Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyebutkan, pendapatan daerah mengalami defisit sebesar 4,45 persen atau sekitar Rp111, 50 miliar dalam rancangan penyusunan APBD- Perubahan dari target Rp2, 456 triliun.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat sehingga total pendapatan di APBD-Perubahan sebesar Rp2,344 triliun,” kata Ansori saat sidang paripurna dengan agenda penjelasan terkait APBD-Perubahan, Selasa, 23 September 2025.
Haji Ansori melanjutkan, di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren positif dengan penambahan sebesar Rp9,40 miliar (4,06 persen). Sementara pendapatan lain-lain yang sah mengalami penurunan sebesar Rp7,47 miliar (-15,22 persen).
“Berkurangnya pendapatan lain-lain yang sah terjadi karena karena pendapatan dari keuntungan bersih PT AMNT tahun 2023 yang telah disalurkan pada tahun anggaran 2024,” jelasnya.
Selain dari segi pendapatan, belanja daerah juga terkoreksi dan akan disesuaikan dari target awal Rp2,453 triliun menjadi Rp2,430 triliun. Sehingga untuk belanja daerah secara keseluruhan berkurang sebesar Rp23,01 miliar (-0,94 persen).
“Penyesuaian itu dilakukan untuk membiayai sejumlah program prioritas dan pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pembiayaan itu antara lain untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat (SR), dukungan untuk Batalyon Teritorial Pembangunan Sumbawa (Yonif TP 835/Samota Yudha Bhakti), penyesuaian belanja gaji dan tunjangan ASN, PPPK, dan CPNSD, dan pembiayaan utang operasional RSUD Sumbawa.
Ansori turut merincikan, perubahan belanja tersebut mencakup belanja operasinal naik Rp55,23 miliar (+3,01 persen). Sementara untuk belanja modal disesuaikan menjadi Rp73,57 miliar (-31,51 persen), belanja Tidak Terduga (BGT) turun Rp5,23 miliar (-11,17 persen), dan belanja transfer naik Rp561,63 juta (+0,17 persen).
“Jadi, untuk menutupi defisit anggaran, penerimaan pembiayaan daerah ditingkatkan Rp88,48 miliar dari SiLPA tahun sebelumnya, sehingga total penerimaan pembiayaan menjadi Rp93,48 miliar,” terangnya.
Wakil Bupati Mohamad Ansori berharap, pembahasan ini dapat dilanjutkan dengan persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif. Ia pun menyadari apa yang dilakukan pemerintah saat ini belum bisa menjawab ekspektasi masyarakat.
“Kami meyakini segala upaya yang kita tempuh akan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” tukasnya. (ils)


