spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSPolisi Periksa Saksi yang Pertama Temukan Jenazah Brigadir Esco

Polisi Periksa Saksi yang Pertama Temukan Jenazah Brigadir Esco

Giri Menang (suarantb.com) – Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap AS, orang yang pertama kali menemukan jenazah Brigadir Esco Faska Rely. AS diperiksa di Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat pada Senin (22/9/2025) kemarin.

Pemeriksaan tersebut dikonfimasi langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata. “Iya (diperiksa), tapi nanti disampaikan (Kabid Humas Polda NTB) ya lengkapnya,” ujar Eka, Selasa (23/9/2025).

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang melihat jenazah Brigadir Esco, Polres Lombok Barat juga diketahui juga melakukan pemanggilan kepada ayah Esco yakni Samsul Herawadi. Namun dengan status sebagai saksi dan pelapor. “Iya kemarin itu dilakukan pemeriksaan,” ucap kuasa hukum keluarga Esco, Lalu Anton Heriawan, Selasa (23/9/2025) secara terpisah.

Saat pemanggilan, polisi hanya menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Delapan orang saksi ahli beserta CCTV sudah diperiksa. Terkait detail pemeriksaa itu, Anton menyebut tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan kepada media.

Ia juga menambahkan, bahwa pemanggilan Samsul Herawadi terkait dengan adanya penambahan Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). 

Desak Polisi Menangkap Pelaku Lain

Sebelumnya, keluarga Esco mendesak polisi segera menangkap terduga pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan anggota Intel Polsek Sekotong itu. Keluarga meyakini Briptu Rizka bukan pelaku tunggal dalam kasus tersebut.

“Kami minta segera ditetapkan tersangka lainnya, karena tidak akan mungkin seorang R bekerja sendiri melakukan (dugaan) penganiayaan tersebut,” ujar kuasa hukum keluarga Esco, Lalu Anton Hariawan.

Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan di kebun belakang rumahnya, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus lalu.

Jenazah Esco pertama kali ditemukan oleh AS. Kondisi jasad Brigadir Esco kala itu sudah membusuk, tubuh menghitam, dan wajah yang telah rusak. Selain itu, leher Brigadir Esco ditemukan terikat tali di bawah pohon.

Berdasarkan kondisi tersebut, Brigadir Esco semula diduga tewas akibat gantung diri. Namun, hasil autopsi menunjukkan Brigadir Esco diduga sempat dianiaya sebelum akhirnya meregang nyawa.

Sebelum hilang dan akhirnya ditemukan tewas. Fakta ini dikuatkan oleh teman-teman piketnya di Polsek Sekotong dan buku pencatatan kehadiran. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO