Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menambah 10 unit bemo kuning gratis untuk mendukung mobilitas pelajar tingkat SMP pada tahun 2026. Penambahan ini menyusul tingginya animo pelajar terhadap program transportasi gratis yang telah berjalan sejak awal 2025.
Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, menyampaikan bahwa program ini mendapat respons positif dari siswa dan orang tua. Saat ini, 10 unit bemo kuning telah melayani ratusan siswa di SMPN 7 Mataram.
“Kami melihat tren minat pelajar sangat tinggi. Karena itu, kami berencana menambah 10 unit lagi untuk melayani siswa di SMPN 13 Mataram,” ujarnya, Jumat, 26 September 2025.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan pada jam sibuk, meningkatkan keselamatan pelajar, dan membantu siswa dari keluarga tidak mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan secara aman dan nyaman.
Zulkarwin menyebut, sejumlah sekolah juga mulai mengajukan permohonan agar dapat difasilitasi layanan serupa. Dishub pun membuka peluang penambahan armada apabila permintaan terus meningkat.
“Kami siap menyesuaikan. Kalau permintaan dari sekolah-sekolah lain juga tinggi, tentu program ini bisa terus berkembang,” tambahnya.
Mantan Camat Selaparang ini menuturkan, hingga saat ini, SMPN 7 Mataram menjadi sekolah dengan jumlah pengguna layanan terbanyak. Setiap hari, seluruh armada yang melayani rute sekolah tersebut selalu terisi penuh oleh siswa.
Satu unit bemo kuning, lanjutnya, dapat mengangkut 10 hingga 15 siswa dengan sistem antar-jemput satu kali per hari.
Program ini juga memberi manfaat ekonomi bagi para pengemudi bemo. Mereka menerima kompensasi tetap dari pemerintah meski layanan bersifat gratis bagi pelajar. “Kami tentu merasa terbantu, karena bisa kembali beroperasi secara rutin,” ujar Saleh, salah satu sopir bemo kuning.
Ia menilai program ini sebagai langkah positif untuk menghidupkan kembali fungsi angkot, yang sempat tergerus oleh maraknya transportasi daring.
Sebelumnya, Dishub mencatat biaya operasional program ini mencapai Rp75 juta hingga akhir tahun 2025, dengan alokasi Rp1,5 juta per bulan untuk setiap pengemudi, atau total Rp15 juta per bulan untuk 10 armada.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Mataram untuk menciptakan kota yang ramah anak dan ramah pendidikan, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap transportasi umum lokal. (pan)


