Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram mendukung program Bemo Kuning Pemerintah Kota Mataram untuk pelajar. MKKS mendorong agar penerapan program tersebut menjangkau sekolah lain yang juga membutuhkan.
Ketua MKKS SMP Kota Mataram, Burhanuddin pada Senin, 28 September 2025 Burhanuddin menekankan, agar pemanfaatan Bemo Kuning sebaiknya diperuntukkan bagi sekolah yang membutuhkan.
Menurut Burhanuddin yang juga Kepala SMPN 16 Mataram, sejumlah satuan pendidikan dengan siswa yang tidak memiliki kendaraan untuk pulang pergi ke sekolah membutuhkan layanan bemo kuning ini.
“Kalau kami sangat perlu itu. Anak-anak kami membutuhkan itu. Jadi kebijakan menghidupkan bemo kuning untuk mengangkut siswa menurut saya adalah langkah cerdas Kota Mataram,” jelasnya.
Burhanuddin mengungkapkan, bahwa 70 persen siswanya berjalan kaki ke sekolah. Dengan adanya, layanan angkutan gratis akan sangat membantu siswa, khususnya yang tidak memiliki kendaraan.
“Jadi sebagian anak kami di sini jalan kaki, hanya beberapa orang yang diantar oleh keluarga,” tuturnya.
Ia juga menilai, program Bemo Kuning ini merupakan langkah tepat Kota Mataram untuk memaksimalkan keberadaan kendaraan umum tersebut.
“Jadi satu sisi ingin mewadahi bemo kuning ini supaya optimal. Sehingga anggaplah sopir dan kernet yang selama ini sudah bekerja di situ, itu bisa terus melanjutkan perjuangan hidupnya di situ,” katanya.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, jika sopir dan kernet bemo kuning diberi edukasi oleh pemangku kebijakan, maka mereka tidak saja hanya bertugas sebagai pengendara tapi juga penjaga siswa.
“Kalau nanti ke depannya diedukasi betul. Dia tidak hanya mengantar, tapi dia juga akan mengamankan anak-anak kami di jalan. Itu bisa meminimalisasi dampak-dampak kecelakaan di jalan, tawuran di jalan, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan, Plt. Kepala SMPN 12 Mataram, Abdul Kadir kepada Suara NTB. Ia mengaku, sebanyak 60 persen siswanya ke sekolah berjalan kaki alias tidak memiliki kendaraan.
“(Bemo Kuning) akan sangat membantu siswa terkait keteraturan dan kelancaran. Siswa dapat berangkat dan pulang sekolah secara teratur. Tidak mampir-mampir dan berkumpul sehingga berpotensi pada hal hal negatif,” terangnya.
Keberadaan bemo kuning di sekolah juga diharapkan membantu para siswa disiplin berangkat dan pulang sekolah tepat waktu. “Khususnya siswa yang rumahnya jauh, mesti jalan kaki atau membawa kendaraan sendiri yang berpotensi terjadi laka lantas,” pungkasnya. (sib)



