Mataram (Suara NTB) – Jelang berakhirnya masa pendaftaran sejumlah sekolah gencar mendaftar siswa-siswinya untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2025. Tak terkecuali, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Mataram.
SLB yang berada di Jalan Adi Sucipto, Ampenan, Kota Mataram itu memastikan hanya tiga siswanya yang bakal TKA tahun ini.
Demikian disampaikan, Proktor TKA SLBN 1 Mataram, Irham, Senin, 29 september 2025. Ia menyampaikan, dari total 10 siswa kelas XII di SLBN 1 Mataram, hanya sebagian kecil yang memastikan diri ikut tes kompetensi tersebut. “Di SLBN 1 Mataram, dari 10 siswa (kelas XII) ada tiga yang ikut,” sebutnya.
Rincian ketiga siswa tersebut di antaranya dua siswa dengan hambatan pendengaran atau tuna rungu. Kemudian, satu orang dengan hambatan gerak tubuh atau tunda daksa.
Irham menyampaikan, SLBN 1 Mataram telah mempersiapkan ketiga dengan beragam hambatan tersebut untuk mengikuti tes nantinya. Salah satu metode persiapan yakni dengan mengikutsertakan siswa-siswi tersebut pada simulasi TKA.
“Sejenis try out (uji coba). Soalnya kita bisa melatih anak itu dari situ. Jadi di situ kita memberi pemahaman soal itu bentuknya seperti apa,” ujarnya.
Sementara untuk kesiapan perangkat pelaksanaan TKA, Irham juga memastikan bahwa persiapan SLBN 1 Mataram sudah matang.
“Perangkat sejauh ini kita siap. Karena kita sudah beberapa kali dari periode pertama ANBK, kita sudah berbenah dan sudah banyak perbaikan-perbaikan, untuk laptop, internet insyaallah sudah cukup,” jelasnya.
Dengan persiapan yang sudah terbilang matang, Irham berharap, pelaksanaan TKA di SLBN 1 Mataram berjalan lancar dan sesuai harapan.
Ia juga berharap, agar siswa-siswinya yang telah mengikuti TKA dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, sertifikat hasil TKA (SHTKA) menjadi salah satu syarat bagi siswa yang hendak mendaftar kuliah lewat seleksi berbasis prestasi.
“Dengan adanya TKA ini juga, pihak universitas mau membuka dan terbuka (menerima siswa disabilitas),” tandasnya. (sib)



