spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARADarurat Sampah Wilayah Timur, Trash Hero Bayan Dorong Kolaborasi Pemdes

Darurat Sampah Wilayah Timur, Trash Hero Bayan Dorong Kolaborasi Pemdes

Tanjung (Suara NTB) – Persoalan sampah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) butuh penanganan serius dan massif. Menyadari keterbatasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam melakukan penanganan, Trash Hero Bayan mendorong adanya kolaborasi aktif dengan pemerintah desa.

Founder Trash Hero Bayan, Sutikno, Jumat 3 Oktober 2025, mengungkapkan kolaborasi aktif dengan pemerintah desa (pemdes) perlu dilakukan oleh DLH, termasuk melibatkan NGO hingga sekolah-sekolah. Dari 43 desa yang ada, penanganan masih mengandalkan peran TPS3R yang mana optimalisasi pengelolaannya masih dipertanyakan.

“Kami di Trash Hero Bayan sudah kolaborasi dengan Pemdes Sukadana dan Desa Loloan untuk mengedukasi sampah dari sumber. Desa Sukadana bahkan sudah menggelar musyawarah desa melibatkan Trash Hero Bayan,” ujar Sutikno.

Diakui atau tidak kata dia, produksi sampah harian yang mencapai 107 ton, bukanlah angka yang mudah untuk ditangani. Hingga saat ini pun, pemerintah kabupaten melalui instansi terkait masih terkesan fokus mengendalikan sampah di wilayah tengah dan barat Lombok  Utara. Sedangkan wilayah timur, penanganan bersifat konvensional. Sebagian warga menumpuk di sembarang tempat, bahkan ada yang mengambil jalan instan dengan membakar.

Pihaknya pernah mendapati adanya tumpukan sampah terbakar di salah satu jalan desa di Kecamatan Bayan. Syukurnya, Trash Hero yang menjumpai hal itu, langsung menghubungi UPT Damkar Bayan untuk memadamkan api. “Sampah plastik yang dibakar hanya berubah bentuk menjadi gumpalan, dan itu tetaplah sampah.”

“Masyarakat tidak perlu disalahkan dengan pola konvensional penanganan sampah, tapi harus diedukasi karena belum tahu dampak dari asap sampah plastik yang dibakar,” tambahnya.

Sutikno melanjutkan, adanya klaim bahwa Lombok Utara “darurat sampah” perlu diatensi pemerintah daerah. Namun demikian, persoalan sampah baginya adalah tugas bersama sebagai masyarakat tanpa harus saling menyalahkan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 – Dinas LH KLU, Samsul Hadi, menyebutkan volume produksi harian sampah di Lombok Utara mencapai 108 ton per hari, yang 60 persennya merupakan limbah sisa makanan. Dari volume sampah harian itu, pengendalian oleh dinas dan lembaga mitra seperti TPS3R dan KSM belum optimal.

“Saat ini, dari 19 unit TPS3R yang sudah dibangun pemerintah, enam unit tidak berfungsi, sementara 13 lainnya beroperasi secara tidak maksimal. Kondisi tersebut membuat peran masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah kian mendesak,” ujarnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO