spot_img
Senin, Maret 2, 2026
spot_img
BerandaBIMAMahasiswa Ditemukan Meninggal di Pegunungan Kedo

Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Pegunungan Kedo

Kota Bima (Suara NTB) – Warga Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang mahasiswa di kawasan pegunungan Kedo, Sabtu, 4 Oktober 2025 sore. Korban diketahui bernama Apertus Genta (20), mahasiswa semester V Jurusan Komputer Universitas Muhammadiyah Bima. Ia berasal dari Manggarai Barat dan selama ini tinggal di Kelurahan Tanjung, Kota Bima.

Kapolsek Asakota, IPTU Mirafuddin, bersama piket pawas IPDA Lalu Shalahin, mengatakan penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. “Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (3/10/2025),” sebutnya, Minggu (5/10/2025).

Kabar hilangnya Apertus sempat membuat keluarga panik. Upaya pencarian dilakukan oleh teman-teman dan kerabatnya, hingga akhirnya kabar duka datang dari pegunungan Kedo.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Hamsah. Saat itu, ia sedang naik ke gunung untuk mencari pakan kambing. Di tengah perjalanan, Hamsah melihat sejumlah barang mencurigakan di tanah, sebuah gawai berwarna hitam, tas abu-abu polos, dan sepatu hitam hijau tergeletak tanpa pemilik.

Rasa curiga membuatnya menoleh ke arah semak di sekitar lokasi. Saat itulah ia dikejutkan oleh pemandangan mengerikan, sesosok tubuh laki-laki terbaring dengan posisi menghadap ke utara. “Di lehernya masih terikat tali kecil. Lalu, Hamsah kemudian sempat melapor ke warga sekitar sebelum diteruskan ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Mendapat laporan tersebut, para petugas Polsek Asakota yang dibersamai IPTU Mirafuddin langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi berlangsung hati-hati, sementara tim Reskrim Polres Bima Kota juga turut melakukan pemeriksaan awal di lapangan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kami menduga korban meninggal karena gantung diri. (Karena) di leher korban masih terdapat seutas tali kecil yang terikat. Namun, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian,” jelasnya.

Polisi telah mengamankan barang-barang milik korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jasad Apertus dievakuasi ke RSUD Bima guna dilakukan visum.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan apakah kematian korban murni akibat bunuh diri atau terdapat dugaan lain di balik peristiwa tragis tersebut.

Kabar meninggalnya Apertus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kampusnya. Ia dikenal sebagai mahasiswa aktif, ramah, dan ceria. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO