Mataram (Suara NTB) – Kongres Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS) Indonesia ke-7 resmi ditutup di Hotel Lombok Raya, Sabtu lalu, 18 Oktober 2025.
Penutupan kongres yang berlangsung selama tiga hari di Mataram ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam dunia pendidikan nasional.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Pelindungan, dan Pengendalian Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Yaya Sutarya, serta ratusan TAS dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Lalu Hadrian Irfani menegaskan, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) memiliki peran vital dalam memastikan proses pembelajaran berjalan lancar di sekolah.
“TAS sangat penting agar pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik, manajemen sekolah juga ada di TAS,” ujarnya di hadapan ratusan peserta Kongres ATAS ke-7.
Selain menyoroti peran strategis TAS, Hadrian juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana revisi Undang-Undang Nomor 20 yang mengatur tentang sistem pendidikan nasional agar dapat memberikan ruang lebih luas bagi penguatan tenaga kependidikan non-guru.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Pelindungan, dan Pengendalian Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Yaya Sutarya menuturkan, pemerintah berkomitmen tidak hanya berpihak pada guru, tetapi juga kepada Tenaga Administrasi Sekolah (TAS).
“Pemerintah tidak hanya berpihak kepada guru, tapi juga kepada tenaga administrasi sekolah,” tegasnya.
Yaya menambahkan, berbagai program peningkatan kompetensi kini diperluas, tidak hanya menyasar guru, namun juga Tenaga Administrasi Sekolah.
Menurutnya, hal ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi besar TAS dalam mendukung sistem pendidikan nasional. Dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas yang lebih merata, pemerintah berharap kualitas pelayanan administrasi sekolah akan semakin profesional.
Penutupan Kongres ATAS ke-7 di Mataram ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran dan peningkatan kesejahteraan TAS di seluruh Indonesia. “ATAS diakui sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional,” pungkasnya. (sib)


