Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur, Abdul Hadi menegaskan komitmen kuat pihaknya untuk mengawal dan menyukseskan program tiga juta unit rumah di Indonesia, termasuk di Provinsi NTB.
Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) NTB Pulau Lombok ini mengatakan pada tahun 2026, jumlah rumah yang di bangun ditargetkan sebanyak 400-500 ribu atau naik 10 kali lipat dari tahun 2025.
“Ini menjadi konsentrasi kami di Komisi V untuk kita selesaikan secara bertahap Tahun 2025, memang masih sedikit karena masa transisi. Tapi untuk 2026 ditargetkan 400-500 ribu rumah yang akan diselesaikan dari total 3 juta yang ditargetkan,” ungkap Abdul Hadi.
Abdul Hadi menegaskan penyediaan rumah oleh pemerintah tersebut difokuskan untuk masyarakat tidak mampu atau miskin. Termasuk, masyarakat yang masuk dalam kemiskinan ekstrem berdasarkan data BPS.
“Kita bersama pemerintah daerah hingga pemerintah desa bersinergi untuk mendata mana rumah-rumah yang tidak mampu untuk kita perjuangkan dalam membantu menyelesaikan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk polanya melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Besaran stimulan yang diberikan sebesar Rp20 juta. Rinciannya Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp25 juta biaya tukang.
Selain bantuan stimulan, juga disiapkan program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang melibatkan para pengembang perumahan (properti).
“Sudah ada puluhan triliun yang dialokasikan untuk program rumah bersubsidi ini. Setiap rumah yang di bangun mendapatkan subsidi dengan perbandingan 1:3 atau 1:2 dari perumahan mewah,” terang Abdul Hadi.
Lebih lanjut, Abdul Hadi mengatakan alokasi untuk NTB pemerintah mengalokasikan 2.000 sampai 5.000 unit rumah masuk dalam program bantuan perumahan. Dimana nanti pemerintah daerah untuk menyampaikan data rumah tidak layak huni tersebut.
“Untuk NTB insyaallah dua ribu sampai lima ribu unit. Ini nanti akan masuk untuk membantu masalah perumahan bagi masyarakat kita di NTB,” pungkasya. (ndi)


