Mataram (Suara NTB) – Progres pembangunan Kantor Wali Kota Mataram sampai pertengahan bulan Oktober mencapai 67 persen lebih. Rekanan diminta menambah jam kerja,karena tenggat waktu pengerjaan sampai 31 Desember 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, progres pembangunan kantor wali kota mencapai 67 persen lebih dengan deviasi plus. Capaian pekerjaan ini dinilai sangat progresif, karena rekanan tinggal memasang interior seperti pemasangan aluminium composite panel (ACP), kaca, dan partisi lainnya. Sementara, pemasangan elevator atau lift dan lain sebagainya.
Pemasangan seluruh komponen ini, dinilai tidak saling mengganggu karena pengerjaan dilakukan oleh pekerja yang spesialis di bidangnya. “Jadi pekerjaan satu dengan lainnya tetap berjalan dan tidak saling mengganggu,” terang Lale ditemui pada, Selasa, 21 Oktober 2025.
Anggaran pembangunan kantor wali kota mencapai Rp58 miliar. Berdasarkan data layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE) Kota Mataram, proyek strategis ini dikerjakan oleh PT. Damai Indah Utama dengan nilai kontrak mencapai Rp56,6 miliar lebih.
Rekanan kata Lale, memiliki waktu pengerjaan sampai 31 Desember 2025. Dengan sisa waktu dua bulan lebih, ia meminta rekanan untuk menambah jam kerja dan pekerja. “Kalau personil karena pekerjaan arsitektur ini memiliki keahlian jadi otomatis mengikuti jadwal kerjanya,” ujarnya.
Dengan kondisi cuaca saat ini, ia memastikan tidak akan mengganggu proses pengerjaan kantor wali kota. Walupun ada pengerjaan landscape maupun pengaspalan dan lain sebagainya.
Lale berharap proyek kantor wali kota dapat tuntas 100 persen sampai kontrak berakhir di akhir tahun. “Kita berharap bisa tuntas 100 persen,” demikian harapnya. (cem)

