Mataram (Suara NTB) – Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, pengalihan dan perpanjangan merek menjadi dua hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik usaha. Banyak pelaku bisnis fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, tetapi lupa bahwa kekuatan utama dari sebuah brand terletak pada perlindungan hukumnya. Merek yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah serius, mulai dari sengketa kepemilikan hingga hilangnya hak eksklusif atas merek tersebut.
Jika kamu adalah pemilik usaha yang sedang mengalami perubahan kepemilikan bisnis dan restrukturisasi, gunakan layanan pengalihan hak merek dari JasaMerek. Selain itu, perpanjangan merek dagang sangatlah penting untuk memastikan merek tetap aktif secara legal. Kedua proses ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan legalitas bisnismu di mata hukum.
Mengapa Pengalihan Merek itu Penting untuk Bisnis?
Pengalihan hak merek adalah proses hukum di mana hak atas suatu merek berpindah dari pemilik sebelumnya ke pihak lain. Proses ini bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti jual beli merek, pewarisan, merger perusahaan, atau pemberian lisensi. Dalam konteks bisnis modern, pengalihan hak merek sering kali menjadi bagian dari strategi ekspansi atau perubahan kepemilikan usaha.
Misalnya, ketika sebuah UMKM tumbuh dan diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar, maka hak atas merek tersebut perlu dialihkan secara resmi agar perlindungan hukum tetap berlaku. Jika tidak dilakukan sesuai prosedur, bisa muncul sengketa antara pemilik lama dan baru, bahkan potensi kehilangan hak eksklusif atas merek yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Melalui layanan profesional seperti pengalihan hak merek dari JasaMerek, proses ini dapat berjalan lebih cepat dan aman. Tim ahli hukum merek akan membantu menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, memastikan kesesuaian data di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), dan menghindari kesalahan administratif yang sering terjadi jika dilakukan sendiri.
Dokumen dan Syarat yang Diperlukan untuk Pengalihan Hak Merek agar proses pengalihan hak berjalan lancar, ada beberapa dokumen penting yang wajib disiapkan, antara lain:
Surat pernyataan pengalihan hak antara pihak pemilik lama dan penerima baru.
Bukti kepemilikan merek terdaftar, seperti sertifikat merek yang sah.
Identitas lengkap kedua pihak (perorangan atau badan hukum).
Akta notaris atau perjanjian jual beli (jika pengalihan disebabkan transaksi bisnis).
Surat kuasa jika pengurusan dilakukan melalui konsultan kekayaan intelektual.
Setelah semua berkas lengkap, pengajuan dilakukan secara online melalui sistem DJKI. Namun, untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pengisian data dan unggahan dokumen, disarankan menggunakan jasa profesional agar proses berjalan lebih efisien dan hasilnya sah secara hukum.
Perpanjangan Merek Dagang: Langkah Penting untuk Mempertahankan Hak Eksklusif
Selain pengalihan hak, hal lain yang sering diabaikan oleh pelaku usaha adalah perpanjangan merek dagang. Banyak pemilik merek tidak menyadari bahwa perlindungan merek memiliki masa berlaku tertentu — yaitu 10 tahun sejak tanggal pendaftaran pertama kali, dan bisa diperpanjang setiap kali masa perlindungan habis.
Jika pemilik merek tidak melakukan perpanjangan tepat waktu, maka merek tersebut bisa dihapus dari daftar resmi DJKI, dan siapapun dapat mendaftarkan nama yang sama setelah statusnya non-aktif. Hal ini tentu bisa sangat merugikan, terutama jika merek tersebut sudah dikenal luas dan memiliki nilai komersial tinggi.
Untuk menghindari risiko tersebut, pastikan kamu melakukan perpanjangan melalui layanan resmi seperti perpanjangan merek dagang dari JasaMerek. Tim konsultan akan memantau masa berlaku merekmu, mengingatkan jadwal perpanjangan, serta membantu proses administrasi agar merekmu tetap aman secara hukum tanpa hambatan teknis.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Perpanjangan Merek
Idealnya, permohonan perpanjangan merek dilakukan dalam jangka waktu enam bulan sebelum masa perlindungan berakhir. Namun, DJKI masih memberikan masa tenggang selama enam bulan setelah kedaluwarsa dengan membayar biaya tambahan (denda).
Meski begitu, sangat disarankan tidak menunggu sampai masa tenggang karena risiko penolakan akan lebih tinggi. Dengan memperpanjang lebih awal, kamu memastikan bahwa hak eksklusif atas merek tetap aktif tanpa jeda, sehingga bisnismu bisa beroperasi dengan tenang tanpa risiko kehilangan hak hukum atas nama atau logo brand.
Kesalahan Umum dalam Pengalihan dan Perpanjangan Merek
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengalihan dan perpanjangan merek antara lain:
Tidak memperbarui data kepemilikan setelah terjadi jual beli bisnis.
Mengabaikan tenggat waktu perpanjangan hingga merek kedaluwarsa.
Menggunakan dokumen pengalihan yang tidak sah atau tidak dilegalisasi notaris.
Tidak melakukan pengecekan status merek di DJKI sebelum mengajukan permohonan.
Kesalahan-kesalahan ini bisa menyebabkan proses ditolak atau bahkan kehilangan hak atas merek yang sudah kamu bangun. Karena itu, menggunakan jasa profesional seperti JasaMerek adalah langkah cerdas untuk menghindari kerugian di kemudian hari.
Gunakan Jasa Merek untuk Lindungi Bisnismu
Baik pengalihan hak merek maupun perpanjangan merek dagang adalah dua langkah penting dalam menjaga keberlanjutan legalitas bisnis. Melalui pengalihan hak, kamu bisa memastikan bahwa kepemilikan merek tercatat sah saat terjadi perubahan pemilik atau struktur usaha. Sedangkan perpanjangan merek memastikan bahwa perlindungan hukum atas brand tetap aktif dan tidak bisa diambil alih oleh pihak lain.
Jangan tunggu sampai ada masalah hukum baru mengurusnya. Pastikan semua proses ini dilakukan dengan benar melalui bantuan profesional seperti JasaMerek, agar bisnismu terus tumbuh dengan merek yang aman, sah, dan terlindungi secara hukum.(r)


