Mataram (Suara NTB) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah, Kota Mataram, Selasa, 21 Oktober 2025, siang menyebabkan halaman SMKN 7 Mataram tergenang air. Genangan air yang mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter membuat sebagian area halaman sekolah sulit dilalui oleh para siswa dan guru.
Pantauan di lapangan, air mulai menggenang sejak pukul 12.30 siang, tepat ketika para siswa akan menuju ke musala untuk melaksanakan Salat Zuhur. Banyak siswa yang harus membuka alas kaki agar bisa melewati halaman yang dipenuhi air dan banyak juga para siswa tersebut untuk main hujan-hujanan. Di samping juga anak anak agak tertahan di sekoalh menunggu genangan air surut.
Kepala SMKN 7 Mataram Drs. Artawan., menjelaskan bahwa genangan tersebut terjadi akibat sistem drainase di sekitar sekolah yang tidak berfungsi dengan baik. Setiap kali turun hujan deras, air akan tertahan di halaman sekolah halaman, karena saluran pembuangan yang menuju kali di sebelah selatan tidak berfungsi.
Hal ini disebabkan kali tersebut sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan dengan adanya tanaman pisang dan bambu di sepanjang aliran kali. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya sampah yang dibawa dari aliran sungai tersebut.
‘’Kami sudah berupaya membersihkan saluran tersebut, namun sekolah berharap adanya penanganan lebih serius dari pemerintah dalam hal ini BWS NTB,’’ ungkapnya .
Pihaknya berharap adanya perhatian dari pihak pemerintah terhadap kondisi yang dialami oleh SMKN 7 Mataram, karena setiap hujan turun mesti akan tergenang sehingga proses belajar mengajar akan terganggu sebagaimana yang dialami pada hari Senin tanggal 20 Oktober 2025 yang hujannya pada malam Senin, namun sampai pagi hari halaman SMKN7 Mataram masih tergenang, sehingga upacara bendera tidak bisa dilaksanakan.
Di sampinig itu pula jika tidak ditangani segera dikhawatirkan tembok pembatas SMKN7 Mataram yang ada di sebelah selatan kali akan ambruk disebabkan tergerus air. Namun bukan hanya tembok saja yang dikhawatirkan ambruk, tapi musala yang berada di sebelah Selatan juga akan mengalami hal yang sama.
Wakil Kepala sekolah Bidang sarana Prasarana SMKN 7 Mataram Ridhan Hadi, S.Pd. M.Pd. M.Ap telah berupaya melakukan perbaikan saluran yang langsung tembus ke kali dengan membersihkan sampah yang ada di sekitar saluran. Namun menghadapi kendala, yakni air tidak bisa keluar, karena tingginya debit air yang ada di kali tersebut, sehingga menurutnya salah satu jalan adalah harus ada upaya pengerukan kali agar tidak mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Pihaknya sudah beberapa kali berkirim surat ke BWS NTB bahkan pihak BWS sudah turun langsung ke SMKN7 Mataram melihat kondisi, namun sampai saat ini realisasinya belum ada, sehingga saat ini pihak sekolah berharap ada tindak lanjut agar tidak memperparah kondisi yang sudah lama terjadi ini. (ham)



