Dompu (Suara NTB) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu berencana mengaktifkan kembali Reservoar yang ada di kantor PDAM. Rencana itu setelah mendapat izin pemanfaatan air baku bendungan Mila dengan debit lebih dari 70 liter per detik selama musim hujan.
Rencana ini menyusul kuatnya tekanan air di bendungan Mila saat uji coba pengambilan air baku. Dari bendungan Mila dilepas 70 liter per detik, tetapi yang sampai di IPA Selaparang justru melebihi dan itu akibat kuatnya tekanan air dari pusat pengambilan.
“Kelebihan ini, kita berencana untuk dibawa ke reservoar di kantor PDAM ini untuk menyuplai kebutuhaan air di wilayah Simpasai ke timur,” kata Plt. Direktur PDAM Dompu, H. Didi Wahyuddin, SE.
Didi mengatakan, reservoar pada kantor PDAM Dompu menjadi pusat pengendalian air bersih Kota Dompu dulu. Pembangunan IPA Rora yang ada di Desa Oo Dompu, juga direncanakan untuk mensuplai kebutuhan air bersih di Reservoar PDAM. “Tapi IPA Rora tidak pernah maksimal dalam menghasilkan air. Jangankan untuk dibawa ke Reservoar PDAM, untuk didistribusikan ke masyarakat Kota Dompu saja tidak cukup,” ungkapnya.
Ketika air dari Bendungan Mila dibawa ke reservoar PDAM di Simpasai, maka kebutuhan air bagi masyarakat Simpasai ke timur dapat dipenuhi. Selama ini, wilayah Simpasai ke timur didistribusi air secara bergilir. “Ketika air di reservoar dapat diisi dari air Bendungan Mila, masalah air untuk Simpasai ke timur sudah tidak jadi kendala,” katanya.
Ia pun optimis air dari Bendungan Mila bisa mengisi air di reservoar PDAM selama proses pendistribusiannya menggunakan pipa tersendiri dan tidak dibagi dengan pipa distribusi. “Bak reservoar juga masih baik, tinggal dilakukan perawatan saja,” ungkapnya. (ula)



