Mataram (Suara NTB) – Lelang pembangunan lapak ikan di Kelurahan Bintaro baru selesai teken kontrak. Rekanan memiliki waktu pengerjaan selama dua bulan. Pekerjaan fisik lapak ini diminta dikebut.
Berdasarkan data pada layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE) Kota Mataram. Lanjutan pembangunan pasar ikan bersih di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, memiliki pagu anggaran Rp600 juta. Pekerjaan fisik ini dikerjakan menangkan oleh CV. Graha Utama dengan nilai kontrak Rp496,7 juta lebih.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah menyampaikan, proses lelang pembangunan lanjutan pasar ikan bersih telah selesai dan kontrak telah ditandatangani. Pihaknya meminta rekanan mempercepat pengerjaan karena tender terlambat, karena kendala. “Kontraknya baru pertengahan Oktober di teken. Kita minta pekerjaan dipercepat,” kata Irwan ditemui akhir pekan kemarin.
Pemenang tender memiliki waktu pengerjaan selama dua bulan. Rekanan mengerahkan sumber daya serta material untuk mengerja target tersebut. Irwan, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram mengatakan, pengerjaan lapak ini dinilai tidak berat. Rekanan hanya mengerjakan bagian pondasi, pengecoran, pentaludan, dan lantai. “Kontraknya sampai pertengah Bulan Desember. Insya Allah, tidak ada segera diselesaikan sesuai target,” pungkasnya.
Kondisi cuaca tidak menentu dikhawatirkan menjadi kendala dalam proses pengerjaan proyek. Rekanan telah mengantisipasi kondisi tersebut. Mereka memiliki skenario sehingga tidak mengganggu pekerjaan.
Dengan anggaran Rp600 juta diakui, belum mampu menyelesaikan seluruh komponen lapak tersebut. Pemkot Mataram akan kembali mengalokasikan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2026, untuk melanjutkan atau merampungkan pasar ikan tersebut.
Di satu sisi, aktifitas pedagang ikan di depan Makam Bintaro atau jalan menuju ke destinasi wisata Senggigi mengganggu arus lalu lintas kendaraan pada pagi hari. Kendaraan parkir di badan jalan, sehingga memicu kemacetan. (cem)


