Jumat, Maret 13, 2026

BerandaNTBLOMBOK UTARAKembangkan Desa Wisata, Poltekpar Lombok Kembali Dampingi Desa Genggelang

Kembangkan Desa Wisata, Poltekpar Lombok Kembali Dampingi Desa Genggelang

Tanjung (Suara NTB) – Politeknik Pariwisata Lombok, kembali memberikan pendampingan untuk pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Desa yang dibina adalah Desa Wisata Genggelang, Kecamatan Gangga. Program ini sendiri merupakan keberlanjutan dari program pendampingan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun lalu.

Pendampingan kepada Desa Genggelang, dilakukan oleh Poltekpar Lombok melalui Famous (Familiarization Trip of Sustainable). Agenda tahunan ini diselenggarakan Poltekpar Lombok untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut. Acara ini melibatkan stakeholder, meliputi peneliti dan dosen Poltekpar Lombok, mahasiswa, Travel Agent, influencer, YouTuber, serta media.

Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM., CHE., Senin, 27 Oktober 2025 mengungkapkan, Poktekpar Lombok merupakan salah satu dari 6 Poltekpar di Indonesia yang berada di bawah Kementerian Pariwisata dengan predikat “Unggul”. Poltekpar Lombok juga menjadi Perguruan Tinggi Unggul ketiga di NTB setelah Unram dan UIN Mataram.

“Dari 4.500 Perguruan Tinggi di Indonesia, sekitar 45 persen berpredikat unggul. NTB sendiri ada 3 yaitu, UIN Mataram, Unram dan Poltekpar Lombok,” sebut Ali.

Dirinya mengaku bangga bisa berbagi dengan masyarakat Desa Wisata dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Sebagaimana Poltekpar Lombok memiliki kekuatan yang terletak pada kolaborasi dan integrasi di tiap program, khususnya Edukarsa (edukasi dan karya untuk masyarakat).

Ia mengungkapkan, Poltekpar Lombok di tiap jurusan memiliki sumber daya peneliti yang mindsetnya adalah untuk membangun kekuatan internal.

“Ekonomi, industri dan pariwisata harus terintegrasi. Hari ini yang kita lakukan adalah integrasi dengan desa dan asosiasi. Jika tidak terintegrasi, maka tidak terbangun pariwisata berkualitas,” tegasnya.

Dirinya berharap, Poltekpar Lombok ikut berkontribusi dalam membangun visi pemerintah daerah khususnya Provinsi NTB yang ingin membangun NTB berkelas dunia. Untuk pembangunan tersebut, tentunya harus dimulai dari membangun Desa Wisata.

“Siapa memulai, ya kita semua, tidak bisa masing-masing. Desa dengan segala potensi dan kebijakan, tidak ada artinya jika tidak ada kolaborasi. Asosiasi bisa jual paket lebih banyak,” sambungnya.

Ia menekankan, untuk membangun Pariwisata Desa harus dimulai dengan kualitas. Sebab dari pondasi ini pelaku wisata dapat menjual komoditas wisata dengan lebih mahal dan memberi dampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah hal tertentu dalam pariwisata menurut Ali, tentunya memerlukan standarisasi dan sertifikasi. Salah satunya adalah Sertifikat (Pariwisata) Halal. Sertifikasi ini sangat penting untuk menciptakan mindset pariwisata ramah Muslim dan non-Muslim, sebab NTB memiliki potensi penduduk Muslim yang dominan.

“Promosi adalah kelebihan pariwisata ramah Muslim. Akan banyak Muslim yang datang. Begitu pun non Muslim, tidak terhalang untuk datang,” tandasnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., yang diwakili Asisten III Setda KLU, Ir. Moch. Wahyu Darmawan, menekankan pariwisata berkelanjutan menjadi tugas berat yang memerlukan konsistensi dukungan berbagai pihak. Sebab tidak hanya dampak ekonomi, perkembangan pariwisata juga memiliki masalah lingkungan berupa penumpukan sampah yang harus dikelola.

“Terima kasih kepada Poltekpar Lombok yang telah konsisten membantu Pemda dalam penguatan civil society yang tujuannya adalah peningkatan SDM dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kesempatan yang sama, Kades Genggelang, Almaudodi, mengapresiasi Poltekpar Lombok yang telah melanjutkan kerja sama pendampingan potensi wisata desa. Ia berharap, pendampingan ini akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Desa Genggelang, kata dia, adalah satu dari 6 desa wisata yang diakui oleh Provinsi NTB dan Pemda Lombok Utara. Status Desa Wisata ini memiliki konsekuensi besar bagi masyarakat, di mana banyak kegiatan penunjang yang dibutuhkan.

“Potensi Desa Genggelang tergolong lengkap. Kami punya kopi, sentra olahan kakao, air terjun, produksi susu kambing etawa, maupun produksi pertanian lainnya yang butuh pengembangan,” demikian Dodi. (ari)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO