Kota Bima (Suara NTB) – Hampir seluruh wilayah di Kota Bima kini sudah menikmati pemerataan jaringan internet. Dari total 41 kelurahan yang ada, hanya dua kelurahan yang masih masuk kategori blankspot, yakni Oi Fo’o dan Lelamase. Kedua wilayah ini menghadapi kendala geografis karena dikelilingi perbukitan, sehingga sinyal sulit menjangkau seluruh kawasan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Muhammad Hasyim, menjelaskan, meskipun akses di sebagian besar titik sudah membaik, tantangan topografi masih menjadi hambatan utama untuk menyalurkan sinyal secara stabil.
“Secara keseluruhan, dari 41 kelurahan, hampir semuanya sudah terjangkau jaringan. Tinggal dua kelurahan yang memang kesulitan karena faktor wilayah, yaitu Oi Fo’o dan Lelamase,” ungkapnya kepada Suara NTB, Kamis, 30 Oktober 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bima terus mencari solusi agar dua kelurahan tersebut segera terhubung penuh. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah menghadirkan layanan Starlink. “Di Oi Fo’o sudah kita tanggulangi dengan Starlink, dan itu sudah jalan. Akses internetnya juga sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk di kalangan pendidikan,” tuturnya.
Namun, upaya yang sama belum sepenuhnya berhasil di Lelamase. “Kita juga sudah coba Starlink di Lelamase, tapi sinyalnya masih belum stabil, masih naik turun,” tambahnya. Karena itu, Pemkot masih melaporkan dua kelurahan tersebut sebagai wilayah blank spot ke pemerintah pusat. “Secara keseluruhan, blank spot kita tinggal dua daerah itu saja,” tegasnya.
Di Oi Fo’o, sebagian besar wilayah kini sudah mendapatkan sinyal yang baik. “Kalau Oi Fo’o bagian utamanya sudah dapat, hanya di ujung yang belum karena dikelilingi bukit. Keluhan masyarakat di sana biasanya karena kabel terputus, tapi itu langsung kita tangani. Sekarang jaringannya sudah baik,” jelasnya.
Sementara itu, Lelamase membutuhkan penguatan infrastruktur tambahan. “Sepertinya Lelamase memerlukan repeater atau pemancar yang lebih besar untuk menyalurkan sinyal ke wilayah timur,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemkot Bima juga terus menjalin kerja sama dengan Telkom untuk memperkuat jaringan di dua wilayah tersebut.
Untuk menuntaskan pemerataan jaringan hingga ke pelosok, Pemkot Bima sudah menyiapkan langkah strategis pada tahun anggaran mendatang. “Kita akan alokasikan anggaran di tahun 2026. Kita sudah coba ajukan, semoga dengan efisiensi anggaran ini bisa disetujui,” jelasnya.
Pemkot Bima menargetkan seluruh kelurahan di wilayahnya bebas dari blank spot pada 2026. “Harapan kita, tahun 2026 Kota Bima benar-benar bebas blank spot,” pungkasnya. (hir)


