spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBIMAWarga Keluhkan Gelap, Dishub Bima Tambah Lampu Jalan

Warga Keluhkan Gelap, Dishub Bima Tambah Lampu Jalan

Bima (Suara NTB) – Sejumlah warga yang melintasi jalur Doro Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, mengeluhkan kondisi jalan yang masih minim penerangan. Mereka menilai, rawan terjadi tindak kejahatan DI jalur tersebut, terutama pada malam hari.

Beberapa waktu lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan aksi dugaan percobaan begal terhadap salah seorang warga di jalan Doro Belo tersebut. Fatonah, salah satu warga Kecamatan Palibelo, mengaku khawatir setiap kali harus melintas di kawasan itu pada malam hari.

“Kalau malam di Doro Belo itu penerangannya kurang saya rasa. Lampu ada tapi kayak redup gitu. Apalagi di jalan itukan lumayan sepi kalau di jam 9 ke atas. Syukurnya saya belum pernah ketemu yang macam-macam sih di sana,” ujarnya kepada Suara NTB pada Rabu (5/11/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Najma, warga lain yang setiap hari melintas dari Palibelo menuju Kota Bima. “Pencahayaannya memang cukup redup. Tapi sekarang itu mendingan sih kalau saya perhatikan dari yang dulu-dulu. Apalagi kalau lewat pas malam jam 8 atau jam 9 malam ke atas itu sepi, cuman satu dua kendaraan yang lewat. Karena lampunya redup jadi takut walaupun sering lewat sana (Doro Belo), mana kiri kanan kan hutan gitu jadi takut aja. Apalagi kemarin-kemarin di Facebook viral cewek yang katanya mau dibegal,” katanya.

Mereka berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi penerangan di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bima menegaskan telah melakukan sejumlah upaya untuk memperluas jaringan penerangan jalan umum (PJU), baik tenaga surya maupun listrik konvensional.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, H. Masykur, menjelaskan bahwa saat ini di kawasan Doro Belo sudah terpasang 31 titik lampu jalan tenaga surya. “Di sana (Doro Belo) kita tambahkan lagi lampu tenaga listrik secara selang-seling. Mungkin kenapa dirasa redup karena belum dilakukan perambasan batang-batang pohon yang menghalangi sinar lampu itu,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Rabu, 5 November 2025.

Selain di Doro Belo, pemasangan lampu jalan juga dilakukan di sekitar Taman Kelaki atau di sepanjang Jalan Sultan Muhammad Salahuddin. “Di sekitar Taman Kelaki sebagian sudah kita pasang. Di sana ada sekitar 10 sampai 12 titik. Karena memang anggaran kita terbatas,” tambahnya.

Menurut Masykur, Jalan Sultan Muhammad Salahuddin sebenarnya merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun karena kebutuhan penerangan sangat mendesak, Pemkab Bima tetap mengalokasikan anggaran daerah untuk membantu penerangan di titik-titik rawan.

“Kalau di Doro Belo memang jalan kabupaten. Jadi melalui politik anggaran Bupati, karena visi misi beliau ‘Bima Bermartabat, Bima yang Terang’. Beliau alokasikan Rp3,2 miliar untuk penerangan jalan ini,” paparnya.

Pemasangan lampu jalan dari anggaran tersebut tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Desa Panda belok kiri di Polres menuju Doro Belo (Jalan Lintas Sumbawa–Bima), hingga Taman Kelaki. Selain itu, Dishub juga memasang lampu di desa-desa lain yang membutuhkan. “Di Desa Rato, Kecamatan Lambu, ada 15 titik. Kemudian di Parangina 8 titik, di Wera 7 titik, dan di Sanggar 6 titik. Totalnya ada 140 titik dengan anggaran Rp3,2 miliar tersebut,” ujarnya.

Dishub juga melakukan pemeliharaan rutin terhadap seluruh lampu jalan yang sudah terpasang. “Kita kontrol lampu mana yang mati, kita ganti komponennya. Kalau putus kabelnya, kita perbaiki. Memang Bima ini masih butuh banyak lampu penerangan jalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Masykur menyebutkan bahwa saat ini jalan provinsi juga sudah disurvei untuk penambahan lampu jalan. “Kita dialokasikan 50 titik di cabang Donggo sampai Bajo. Ini pengadaan dari APBD-P Provinsi 2025. Informasinya, 50 titik ini bukan hanya di Kabupaten Bima, tapi juga di Kota Bima,” ungkapnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Dishub kini tengah menyusun peta jalan “Bima Terang” untuk lima tahun ke depan. “Saya juga lagi mendesain peta jalan bagaimana Bima ini menjadi Bima yang terang. Dalam kurun waktu lima tahun ini, bisa tidak Bima menjadi Bima yang terang. Jadi kita coba desain dulu peta jalannya,” tandasnya. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO