Kamis, Maret 12, 2026

BerandaBIMABanjir Terjang Dua Desa di Madapangga, 1.122 Rumah Warga Terendam

Banjir Terjang Dua Desa di Madapangga, 1.122 Rumah Warga Terendam

Bima (suarantb.com) – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima pada Rabu (5/11/2025) siang memicu banjir di Kecamatan Madapangga. Dua desa terdampak cukup parah, yakni Desa Monggo dan Desa Ncandi.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Bima, sebanyak 1.122 rumah warga terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 125 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Isyarah mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun sekitar pukul 12.40 Wita dan berlangsung hingga 14.30 Wita. “Hujan cukup deras dan lama, air dari perbukitan langsung meluncur ke pemukiman warga sehingga sungai tidak mampu menampung debitnya,” jelasnya kepada Suara NTB, Kamis (6/11/2025).

Ia mengatakan bahwa, di Desa Monggo, luapan air merendam pemukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. Tercatat 1.118 rumah atau 1.118 KK (3.571 jiwa) terdampak. “Satu rumah di RT 01 roboh di bagian dapur akibat tergerus air deras,” ungkapnya.

Selain itu, tiga fasilitas pendidikan (SDN Monggo, TK Pembina, dan MIS Yasin Monggo), satu fasilitas kesehatan (Pustu Monggo), satu tempat ibadah (Musholla Al Ikhlas), serta sekitar satu hektare lahan jagung ikut terendam.

Kondisi serupa juga dialami Desa Ncandi, di mana empat rumah warga atau 4 KK (13 jiwa) terdampak, termasuk Kantor Desa Ncandi. “Air datang sangat cepat dari arah gunung, dan drainase di sana tidak mampu menampung volume air yang besar,” paparnya.

Penyebab Banjir di Madapangga

Banjir di dua desa tersebut, lanjutnya, terjadi karena sistem drainase yang kurang memadai dan banyaknya tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. “Setelah air mulai surut, warga langsung melakukan pembersihan lumpur di rumah, sekolah, dan fasilitas umum,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, jajaran Puskesmas (PKM) Madapangga juga terjun langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis. “Mereka melakukan pemantauan terhadap kemungkinan pencemaran air bersih di sumur-sumur warga. Jika dikhawatirkan tercemar, akan dilakukan kaporisasi agar air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman untuk kebutuhan rumah tangga sambil menunggu tindakan lanjutan,” sebutnya.

Isyarah menambahkan, kebutuhan mendesak pascabanjir adalah air bersih untuk membersihkan lumpur di fasilitas pendidikan, rumah warga, dan kantor pemerintahan. “Tim BPBD sudah turun ke lokasi bersama camat, Polsek, dan Koramil untuk melakukan pendataan serta membantu warga terdampak,” katanya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait di tingkat kabupaten dan provinsi untuk penanganan lanjutan. “Kami imbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah Madapangga memang termasuk daerah rawan banjir karena posisi geografisnya yang dikelilingi perbukitan dan jalur sungai yang sempit. “Setiap kali curah hujan meningkat, risiko banjir selalu ada. Karena itu, kami terus mendorong upaya mitigasi seperti normalisasi saluran air dan pengendalian sampah,” pungkasnya. (hir)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO