Mataram (Suara NTB) – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Mataram mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Mataram, sejak Januari hingga Oktober 2025 tercatat sebanyak 887 kepala keluarga (KK) tidak lagi menerima bantuan karena masuk dalam kategori graduasi, yaitu kondisi ekonomi keluarga yang dinilai telah meningkat dan mampu secara mandiri.
Dengan adanya penurunan tersebut, jumlah total penerima PKH di Kota Mataram yang sebelumnya mencapai sekitar 22.000 KPM kini berkurang menjadi 21.113 KPM.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Samsul Adnan menjelaskan, program graduasi dalam PKH terbagi menjadi dua kategori, yakni graduasi murni dan graduasi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang digagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
“Graduasi murni dilakukan karena kondisi kesejahteraan keluarga meningkat secara nyata, sedangkan graduasi PPSE diberikan kepada keluarga penerima manfaat yang bersedia menjalani program pemberdayaan sosial ekonomi,” ujarnya, Kamis, 6 November 2025.
Samsul menerangkan, melalui program PPSE, keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan permodalan usaha sebesar Rp5 juta untuk mendorong kemandirian ekonomi. Selanjutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan usaha mereka selama satu tahun.
“Jika selama masa evaluasi usaha mereka berkembang dan mampu mandiri, maka statusnya akan dicabut sebagai penerima PKH. Namun, jika belum berhasil, mereka tetap bisa melanjutkan sebagai penerima manfaat,” terangnya.
Sementara itu, untuk graduasi murni, penentuan dilakukan melalui hasil verifikasi lapangan yang menunjukkan bahwa keluarga tersebut sudah mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan tidak lagi masuk kategori miskin.
“Graduasi murni ini benar-benar berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan, di mana penerima manfaat dinilai sudah sejahtera secara ekonomi,” jelasnya.
Samsul yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram menambahkan, dari total 887 KPM yang keluar dari program PKH sepanjang Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 513 KK termasuk dalam kategori graduasi murni, sedangkan 374 KK tergolong dalam graduasi PPSE.
Ia menegaskan, pengurangan jumlah penerima manfaat tersebut merupakan indikator positif bahwa program PKH berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat penerima bantuan di Kota Mataram.
“Harapan kita, makin banyak keluarga yang bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Itulah tujuan utama dari program PKH,” pungkasnya. (pan)


