Mataram (Suara NTB) – Aparatur sipil negara diharapkan menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat. Salah satunya dengan tidak menggunakan elpiji atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram. Tabung gas melon ini, hanya diberikan kepada masyarakat miskin.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Jumat, 7 November 2025 menjelaskan, imbauan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak menggunakan elpiji tabung 3 kilogram berdasarkan surat edaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 500/177/EKON-II/2025.
Kebijakan lainnya adalah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG tabung 3 kilogram. Surat edaran Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 22.E/MG.05/DJM/2023 tentang Pelaksanaan Transformasi Subsidi LPG tabung 3 kilogram tepat sasaran. “Jadi sudah ada edaran dari Pemprov NTB, agar ASN tidak menggunakan LPG 3 kilogram,” terangnya.
Penggunaan elpiji tabung 3 kilogram hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin. Artinya, ASN tergolong masyarakat ekonomi menengah ke atas. Nida telah berkoordinasi dengan PT. Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), agar segera meluncurkan program penggantian LPG tabung 3 kilogram menjadi LPG tabung 5 kilogram. “Kita berharap program ini segera diluncurkan saat upacara di hari Senin,” harapnya.
Bagaimana mengawasi penggunaan LPG tabung 3 kilogram bagi ASN? Nida menegaskan, pengawasan penggunaan tabung gas melon ini, menjadi kendala dalam pelaksanaan di lapangan. Dinas Perdagangan lanjutnya, tidak mungkin memeriksa ke dapur masing-masing aparatur sipil negara tersebut.
Akan tetapi, perlu kesadaran dan kepedulian dari para abdi negara, agar mentaati aturan tersebut. LPG tabung 3 kilogram hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin, sehingga bantuan subsidi pemerintah bisa tepat sasaran. “Iya, memang tidak mungkin kita periksa ke masing-masing rumah orang. Sekarang tinggal kesadaran saja,” demikian kata dia. (cem)


