Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin mendorong seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berusaha menjemput dana pusat. Bupati menegaskan. OPD jangan sekadar belanjakan apa yang tertuang dalam APBD.
Hal ini ditegaskan Bupati saat memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Lotim di Pendopo Bupati Lotim, Kamis, 6 November 2025.
Menjadi pejabat, selain harus disiplin dalam menjalankan tugasnya diminta Bupati pada pejabat Lotim ini juga memahami dengan benar tugas pokok dan fungsinya. Selain itu tidak kalah pentingnya memahami juga tugas pohon dan fungsi bidangnya sampai tugas pokok dan fungsi kementerian di atasnya.
“Kalau sudah menduduki jabatan melekat tugasnya, tidak hanya fahami tupoksi sendiri, tapi fahami tupoksi kementerian. Tidak sekadar menghafal, tapi dimana dapat peluang anggaran lalu kepada siapa kita bisa hubungi dan cara komunikasinya agar dapat anggaran yang harus dijemput,” kata Bupati.
Menurut Bupati, sekarang ini tidak ada lagi desentralisasi. Sekarang sudah sentralistik. Hal ini membuat Bupati tidak bisa menemui masyarakat karena harus terus berusaha datang ke Jakarta menjemput anggaran ke pusat.
Bupati menginginkan seluruh pimpinan OPD ini memiliki terobosan kreatif untuk menjemput program ke pusat. Semakin banyak program yang didatangkan ke daerah muaranya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Seperti menghadirkan Sekolah Garuda yang merupakan salah satu program unggulan nasional ke Kabupaten Lotim. Perlakuannya sama dengan mendirikan sekolah di Magelang. Hanya saja tidak ikatan dinas. “Memang biaya beasiswa oleh negara, tapi yang dicari siswa supercerdas. Dari MTs dan SMP dan akan diasramakan,” “imbuhnya
Menghadirkan Sekolah Garuda di Lotim ini katanya sulit. Dimana, hanya 20 dari 500 kabupaten/kota yang dapat. Karena itu, kata Bupati kalau tidak direbut, maka akan rugi besar. Diyakini, ketika ada lembaga pendidikan besar ada di daerah, maka ekonomi akan bergerak.
Ada juga Sekolah Rakyat. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini juga katanya harus hadir di Lotim. SR yang menampung anak putus sekolah. “Kalau tidak kita datangkan, maka merugi kita. Kalau kita ingin daerah kita maju, maka fasilitas pendidikan harus dihadirkan,” demikian paparnya.
Lainnya ada program Makan Bergizi Gratis. Lotim saat ini lebih dari 100 dapur MBG sudah terbangun. Program ini harus didukung juga agar memberikan efek positif bagi pembangunan ekonomi daerah. Bupati bahkan mengusulkan dapur MBG ini hadir di sekolah-sekolah terpencil dan terpelosok di Lotim. Hal ini bertujuan agar program MBG ini turut dirasakan seluruh anak didik di Lotim.
Dukungan Pemda Lotim juga pada program koperasi merah putih. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini juga diharapkan bisa sukses terlaksana di Lotim.
Sekretaris Daerah Lotim, H.M. Juaini Taofik sebelumnya menggambarkan hasil retretnya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ditegaskan soal sinergi program daerah dengan pusat.
Seperti MBG, kata Sekda yang juga Ketua Satgas MBG Lotim ini berlpesan kepada OPD, utamanya rumpun hijau agar bisa memastikan rantai pasok kebutuhan MBG. Pasalnya, kalau tidak maka akan terjadi inflasi. OPD Rumpun hijau diharap dapat mendorong para pelaku, UMKM seperti bidang peternak dan petani tingkatkan produktivitas supaya rantai pasok MBG tetap terjaga.(rus)



