Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Permukimam (Perkim) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar sosialisasi Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan. Sosialisasi ini dilaksanakan maraton ke seluruh kecamatan melalui Bidang Perumahan.
Sosialisasi ini sudah dimulai sejak pekan lalu. Pada minggu pertama, Kecamatan Taliwang, Brang Rea, dan Brang Ene menjadi tujuan pertama Dinas Perkim. “Kalau minggu ini jadwalnya Kecamatan Poto Tano dan Seteluk. Baru minggu depannya Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang,” kata Kepala Dinas Perkim KSB, Novrizal Zain Syah, Kamis, 6 November 2025.
Peserta dalam sosialisasi itu, diikuti oleh warga penerima program. Para anggota Agen Gotong Royong (AGR), pemerintah desa dan kecamatan. Novrizal menjelaskan, fokus sosialisasi dikhususkan kepada para penerima bantuan dalam rangka menyamankan persepsi terkait bagaimana penyelenggaraan layanan Maju Perumahan itu di tingkat lapangan. “Kami tentu tidak ingin di tengah jalan ada beda persepsi sehingga menghambat progres pembangunan,” paparnya.
Ada beberapa hal krusial yang harus dipahami para penerima bantuan dalam Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan ini. Di antaranya mengenai penyaluran dan mekanisme pencarian anggaran, pemanfaatan dana, pengadaan bahan atau material yang digunakan hingga pembiayaan tukang.
Terkait penyaluran dan mekanisme pencairan anggaran, Novrizal menjelaskan, dana bantuan baik untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) melalui rekening Kartu KSB Maju. Dan untuk pencairannya dilaksanakan oleh Kepala Kelurga penerima program atas sepengetahuan anggota AGR dan PPK Perumahan Dinas Perkim KSB. “Anggota AGR bertugas mendampingi dan mengawasi pelaksanaan pembangunan. Jadi mereka harus tahu ketika dananya dicairkan dan dibelanjakan oleh pemilik rumah,” cetusnya.
Pada pengadaan bahan bangunan, mekanisme penunjukan toko material harus sengetahuan anggota AGR dan PPK Perumahan. Novrizal mengatakan, setiap material yang dikirimkan oleh toko bangunan yang ditunjuk harus terlebih dahulu melalui proses pengecekan anggota AGR guna memastikan kualitasnya sesuai kebutuhan. “Ini penting dalam sosialisasi kami sampaikan kepada AGR, karena mereka lah garda terdepan seksesnya program Maju Perumahan ini,” tukasnya. (bug/*)



