spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMAKota Bima Tawarkan Dua Inovasi Andalan pada Ajang IGA 2025

Kota Bima Tawarkan Dua Inovasi Andalan pada Ajang IGA 2025

Kota Bima (Suara NTB) – Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., memaparkan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dalam sesi presentasi kepala daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri di Aula BSKDN, Jakarta, pada Kamis, 6 November 2025.

Ajang bergengsi tahunan ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menampilkan inovasi terbaik dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis inovasi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rahman memperkenalkan dua inovasi unggulan Kota Bima, yakni Klinik Koperasi dan Celengan Darah (Si Cerah).

Keduanya dinilai relevan dengan isu strategis daerah, meliputi penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Ia memaparkan, Klinik Koperasi menjadi inovasi non-digital yang menjawab isu stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi. “Inovasi ini memperkuat kemandirian serta tata kelola 111 koperasi aktif di Kota Bima. Klinik Koperasi berfungsi sebagai wadah layanan cepat bagi koperasi yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan. Dengan model Fast Track 1 Hari, permasalahan koperasi dapat diidentifikasi dan diselesaikan pada hari yang Sama.

Pendampingan berkelanjutan ini mendorong koperasi menjadi lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing,” paparnya.

Sementara itu, inovasi digital Celengan Darah (Si Cerah) dirancang untuk menjawab isu kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting. “Melalui konsep barter darah berbasis digital, Si Cerah menghubungkan masyarakat dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan. Platform ini memfasilitasi pendaftaran donor, pemantauan jadwal donor, hingga layanan konsultasi daring dan luring,” jelasnya.

Dikatakan, program Si Cerah terbukti meningkatkan ketersediaan darah hingga 25 hingga 30 persen, menurunkan risiko kematian ibu dan bayi, serta memperkuat kepedulian sosial masyarakat. Inovasi ini juga telah direplikasi di berbagai daerah, seperti Puskesmas di Kabupaten Bima dan Dompu (NTB), Klinik Assabil dan Natur O di Bekasi, serta Desa Pagersari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Selain itu, Si Cerah telah memiliki Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas buku saku panduan donor darah, yang kini menjadi acuan bagi masyarakat dan replikator di daerah lain.

“Inovasi bukan sekadar program baru, tetapi cara kerja baru yang lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen menghadirkan layanan publik yang mudah, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan warga,” ujar Wali Kota Rahman di hadapan tim penilai.

Berdasarkan data Brida Kota Bima menunjukkan, jumlah inovasi di Kota Bima meningkat signifikan dari 162 pada tahun 2024 menjadi 234 pada 2025, atau naik 44,44 persen. Peningkatan ini menegaskan bahwa inovasi telah menjadi budaya kerja di setiap sektor pemerintahan Kota Bima.

Melalui ajang IGA 2025, Pemerintah Kota Bima berharap dapat memperkuat jejaring sinergi antardaerah, memperluas dampak inovasi, serta mewujudkan Kota Bima yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO