spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaBIMASultan Muhammad Salahuddin Disetujui Jadi Pahlawan Nasional

Sultan Muhammad Salahuddin Disetujui Jadi Pahlawan Nasional

Bima (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menyambut dengan rasa syukur kabar Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat. Kabar ini menjadi penantian panjang sejak pengusulan pertama kali dilakukan pada tahun 2020.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Tajuddin, mengatakan perjuangan untuk mengusulkan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional telah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan. Ia memastikan seluruh tahapan telah dilalui dengan baik hingga akhirnya pengusulan tersebut disetujui di tingkat pusat.

“Iya, sudah diusulkan kembali tahun ini. Susah diinformasikan bahwa usulannya telah mendapat persetujuan di tingkat pusat,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (7/11/2025).

Lebih lanjut, Tajuddin mengungkapkan rasa syukur pemerintah daerah atas hasil tersebut. “Prinsipnya, pemerintah Kabupaten Bima bersyukur atas semua itu, terlebih Dinas Sosial yang memperjuangkan dalam waktu yang cukup panjang. Pengusulan sejak tahun 2020, sejak zaman kadisnya Pak Andi Sirajudin. Artinya proses ini cukup panjang dan hampir setiap tahun kami perjuangkan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan koordinasi lintas pihak. Proses pengajuan gelar pahlawan nasional, kata Tajuddin, memerlukan ketelitian tinggi dalam penyusunan dokumen dan bukti pendukung sesuai ketentuan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Lumayan jelimet karena harus menyiapkan dokumen-dokumen serta bukti, riwayat dan sebagainya yang harus melibatkan banyak pihak, termasuk unsur keluarga, budayawan, sejarahwan, dan lainnya. Gonta-ganti Dirjen Kementerian dan Menteri juga sangat memengaruhi, sehingga cukup menguras tenaga, energi, dan biaya,” jelasnya.

Masih Menunggu Pengumuman Resmi

Lebih jauh, Tajuddin menyampaikan bahwa pihaknya kini masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sosial terkait penetapan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia. “Kami masih menunggu informasi resmi dari Kemensos. Doakan semoga tahun ini ditetapkan oleh Bapak Presiden,” harapnya.

Sultan Muhammad Salahuddin sendiri dikenal sebagai Sultan ke-XIV sekaligus Sultan terakhir Kesultanan Bima yang memerintah antara tahun 1917 hingga 1951. Lahir di Bima pada 14 Juli 1889 dari pasangan Sultan Ibrahim dan Siti Fatimah binti Lalu Yusuf Ruma Sakuru, beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijak, menegakkan syariat Islam, memperkuat pendidikan, serta menjaga kedaulatan daerah di masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Selama masa pemerintahannya, Sultan Salahuddin mendirikan berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang menegaskan dukungan Kesultanan Bima terhadap Republik Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Wafat di Jakarta pada tahun 1951, Sultan Muhammad Salahuddin dikenang sebagai sosok pembaharu dan pejuang bangsa dari Dana Mbojo.

Dengan disetujuinya gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Muhammad Salahuddin, masyarakat Bima menilai langkah ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar seorang pemimpin yang telah berjuang untuk agama, pendidikan, dan kemerdekaan bangsa. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO