spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaKESEHATANDikes Lobar Gandeng Para Dai Gelorakan Germas di Akar Rumput

Dikes Lobar Gandeng Para Dai Gelorakan Germas di Akar Rumput

Giri Menang (suarantb.com) – Untuk lebih menghidupkan semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan (Dikes) menggandeng semua pihak. Termasuk kalangan Dai atau ulama di Lobar.

Program ini kini tidak hanya difokuskan pada aspek medis semata, tetapi juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Terutama tokoh agama dan adat yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj Erni Suryana, menegaskan keberhasilan Germas tidak akan tercapai jika hanya dikerjakan oleh instansi kesehatan tanpa dukungan pihak lain.

“Dinas kesehatan tidak bisa jadi superman untuk menyelesaikan semua persoalan. Harus ada kerja sama lintas sektor, termasuk tokoh agama dan adat yang punya kedekatan dengan masyarakat. Lombok ini kental dengan nilai agama dan budaya, dan itulah kekuatan kita,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Erni mengakui pada masa lalu, kolaborasi antara Dikes dan para dai kesehatan berjalan intens berkat adanya dukungan anggaran operasional. Namun, seiring perubahan kebijakan dan efisiensi keuangan nasional, kegiatan tersebut sempat menurun. Kini, pihaknya berkomitmen untuk menghidupkan kembali peran dai kesehatan melalui dukungan di tingkat puskesmas dan desa.

“Kami dorong agar puskesmas menganggarkan kegiatan yang melibatkan dai dan tokoh agama. Bahkan, kita harapkan setiap desa memiliki satu dai kesehatan yang aktif menyampaikan pesan-pesan kesehatan, baik tentang stunting, TBC, maupun penyakit lainnya,” tambah Erni.

Ia juga menegaskan pentingnya peran para dai dalam menyisipkan pesan kesehatan dalam dakwah keagamaan. “Para dai bisa menyampaikan isu kesehatan dalam khutbah Jumat, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Tidak hanya soal halal-haram, tetapi juga pentingnya menjaga kebersihan, mencegah stunting, dan menjaga generasi sehat,” jelasnya.

Menurut TGH Amrul, Dai memiliki keunggulan karena mereka berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat, bahkan sering mengutip dalil agama yang relevan dengan kesehatan.
Contohnya soal menyusui. Dalam Al-Qur’an disebut haulaini kamilaini, dua tahun menyusui. Itu bisa disampaikan oleh dai dalam konteks agama sekaligus kesehatan. Jadi pesan kesehatan tersampaikan dengan cara yang lebih menyentuh,” paparnya.

Dinas Kesehatan Lombok Barat berharap pesan-pesan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat desa. Para dai dan tokoh adat diharapkan menjadi motor penggerak untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sebagai bagian dari nilai keagamaan dan budaya Sasak.

Sementara itu, Kepala MAN Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif ini. Menurutnya, Germas akan lebih efektif bila disinergikan dengan kekuatan tokoh agama, adat, dan lembaga pendidikan.

“Ini program luar biasa. Semua unsur, dari tokoh agama, dai, majelis adat Sasak, kepala madrasah, hingga tenaga kesehatan di puskesmas harus bergerak bersama,” tegas Azis.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris FKSPP sekaligus Pimpinan Ponpes Al Banun, TGH Amrul Jihadi. Ia menyebut, para dai sebenarnya telah aktif mengkampanyekan Germas sejak 2015, namun perlu penyegaran dan konsolidasi agar kembali hidup dan berdampak luas.

“Ada tiga poin penting dalam Germas: infrastruktur, edukasi, dan sosialisasi. Pemerintah harus memperkuat akses sanitasi dan MCK, para dai menyebarkan edukasi melalui pengajian dan khutbah, lalu dilakukan sosialisasi bersama di semua lini,” jelasnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO