spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaBIMA13 Desa di Bima Terendam, Ruas Jalan di Kilo Putus Diterjang Banjir

13 Desa di Bima Terendam, Ruas Jalan di Kilo Putus Diterjang Banjir

Dompu (suarantb.com) – Ruas jalan Lintas Kilo di Dusun Enca Desa Kramat Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, putus sepanjang 5 meter. Kerusakan jalan ini akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah setempat setelah dilanda hujan deras sekitar satu jam lebih pada Senin (10/11/2025) sore. Sementara banjir di Kabupaten Bima, hingga Selasa (11/11/2025) mengakibatkan sedikitnya 13 desa di lima kecamatan terendam.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, ruas jalan lintas Kilo ini menjadi satu-satunya akses jalan yang menghubungkan wilayah Kilo dengan kecamatan lain di Kabupaten Dompu. Ketika ruas jalan terputus, maka wilayah Kilo terisolir.

Banjir pada Selasa sore juga merendam pemukiman warga hingga 50 sentimeter. Sebanyak 25 KK di Desa Kramat dan 65 KK di Desa Lasi Kecamatan Kilo. Selain melakukan pembersihan sisa banjir, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kilo juga mulai melakukan layanan Kesehatan bagi korban banjir.

Sementara akses jalan yang sempat terputus, akhirnya bisa dilalui mobil hingga Selasa (11/11/2025) pagi. Setelah mendapat bantuan alat berat dari pengusaha tambak udang di Kilo. “Kondisi hari ini (kemarin) sudah bisa dilewati. Ada bantuan alat berat dari pengusaha tambak udang di wilayah Kilo,” kata Plt. Kepala BPBD Kabupaten Dompu, H. Wan Muhtajun, ST saat dihubungi, Selasa (11/11/2025).

Untuk penanganan lebih lanjut terhadap ruas jalan lintas Kilo, H. Wan Muhtajun mengaku, telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTB. Ruas jalan ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Kendati demikian, ia juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga hutan sekitar. Banjir ini diperparah oleh kondisi hutan yang gundul.

H. Wan Muhtajun juga mengaku, telah membangun koordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Dompu untuk mengingatkan warga lebih waspada terhadap ancaman banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga kilat di musim hujan. “Musim hujan kita tahun ini diperkirakan intensitasnya lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga harus diantisipasi,” ujarnya.

Banjir di Bima Sebabkan Kerusakan di Lima Kecamatan

Sementara dari Kabupaten Bima dilaporkan, bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah ini. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (10/11/2025) siang, menyebabkan banjir dan kerusakan di lima kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat, sedikitnya 13 desa terdampak banjir dan dua desa dilanda angin kencang, dengan total ratusan rumah warga terendam dan puluhan lainnya mengalami kerusakan.

Banjir yang menerjang Kecamatan Sanggar kemarin. (suarantb.com/ist)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Isrya, mengungkapkan bahwa kejadian banjir ini merupakan yang kesekian kalinya dalam beberapa waktu terakhir. “Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun sejak siang hingga sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat dan kembali meluap ke permukiman warga,” jelasnya saat dikonfirmas Selasa (11/11/2025).

Kecamatan Sanggar Terdampak Paling Luas

Kecamatan yang terdampak paling luas yakni Sanggar, meliputi empat desa, yaitu Boro, Kore, Sandue, dan Taloko. Banjir melanda 307 rumah warga di kecamatan ini. Di Desa Kore, genangan mencapai 70 sentimeter dan merendam 138 rumah warga di enam RT. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Boro dan Sandue, di mana air meluap hingga 80 sentimeter dan menutup akses jalan utama.

Sementara di Kecamatan Bolo, banjir merendam 177 rumah di Desa Nggembe serta puluhan rumah di Desa Tumpu dan Rada. “Banjir di wilayah Bolo umumnya disebabkan luapan air dari arah pegunungan Donggo. Drainase di beberapa titik tidak mampu menampung debit air yang meningkat,” ujar Isrya.

Di Kecamatan Soromandi, genangan air terjadi di Desa Lewintana dan Bajo. Akses jalan provinsi lintas Sila–Donggo sempat tergenang hingga 30 sentimeter dan membuat kendaraan hanya bisa melintas perlahan. Sementara itu, di Kecamatan Wera, banjir menyebabkan tebing sungai di Desa Mandala dan Nangawera rusak sepanjang lebih dari 200 meter.

Selain banjir, angin kencang juga menerjang Kecamatan Wawo, tepatnya di Desa Pesa dan Maria. Sembilan rumah di Pesa dan enam rumah di Maria dilaporkan rusak pada bagian atap. “Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup signifikan karena sebagian besar rumah warga rusak di bagian atap dan rangka kayu,” kata Isrya.

Tim Lakukan Pendataan

Ia menambahkan, saat ini tim BPBD bersama aparat kecamatan dan desa telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, PUPR, dan Perkim untuk penyaluran bantuan tanggap darurat, perbaikan infrastruktur sementara, dan pembersihan lumpur,” ujarnya.

Data mengenai kerugian material dan dampak terhadap lahan pertanian maupun infrastruktur masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan. “Kami terus melakukan verifikasi agar data kerusakan dan kerugian bisa dilaporkan secara pasti dan akurat,” terang Isrya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. “BMKG memperkirakan intensitas hujan akan meningkat hingga beberapa hari ke depan. Kami mengimbau warga di daerah rawan banjir dan longsor agar selalu siaga dan segera melapor jika ada tanda-tanda bahaya,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Bima turut mengusulkan kebutuhan mendesak berupa logistik, atap seng, dan alat berat untuk pembersihan material banjir. “Kami berharap dukungan lintas instansi baik di tingkat provinsi maupun pusat untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Isrya. (ula/hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO