spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWABanyak Pelajar di Sumbawa Lakukan Rehabilitasi Narkotika

Banyak Pelajar di Sumbawa Lakukan Rehabilitasi Narkotika

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa, mencatat tingkat prevalensi penyalahguna narkotika di kalangan pelajar cukup tinggi. Bahkan hingga saat ini sudah mencapai 16 orang dengan rentang usia kurang 15 tahun sebagai penyalahguna narkotika.

“Kalau untuk tahun 2024 hanya tujuh orang di usia tersebut. Namun, di tahun 2025 justru melonjak ke angka 16 orang yang didominasi usia Sekolah Menengah Pertama (SMP),” Kata Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Denny Priadi kepada Suara NTB, Selasa, 11 November 2025.

Ia melanjutkan, sementara untuk usia 15-25 tahun mencapai 59 orang meningkat dari tahun lalu yang hanya 50 orang saja. Sementara dari jenis narkoba yang digunakan oleh para penyalahguna tersebut didominasi sabu sebanyak 85 persen.

“Jadi, untuk pelajar SMP yang kita rehabilitasi ada 16 orang anak dan SMA 20 anak dan rata-rata mereka terindikasi sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu, ” ucapnya.

Sementara untuk tingkat prevalensi penyalahguna Narkotika di Sumbawa mencapai 1,73 persen dari total jumlah penduduk. Hal itu tentu menjadi atensi pihaknya, karena jika angka tersebut terus naik maka target pemerintah untuk Indonesia emas 2045 akan sulit tercapai.

“Program rehabilitasi kami tawarkan bersifat komprehensif, mencakup detoksifikasi, adaptasi sosial, hingga yang krusial. Termasuk pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi mantan pengguna,” ujarnya.

Ia mengakui, banyaknya pelajar yang minta untuk direbilitasi mengindikasikan bahwa pengguna narkobanya cukup tinggi. Meski demikian, dirinya mengapresiasi banyaknya remaja yang sadar dan datang untuk dilakukan rehabilitasi. “Angka rehabilitasi kita tinggi, merupakan bukti tingkat kesadaran masyarakat kita untuk keluar dari jeratan narkoba juga tinggi,” ucapnya.

Dia turut mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen para pengguna narkoba yang direhabilitasi, rata-rata berawal dari mencoba dan ketagihan. Angka kunjungan rehabilitasi meningkat bukan karena kasusnya saja, melainkan kesadaran masyarakat untuk berubah sangat tinggi.

“Kami sangat apresiasi, karena semakin banyaknya penyalahguna yang secara sukarela melaporkan diri maka kasus narkoba ini bisa ditekan,” tambahnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO