Praya (Suara NTB) – Hingga bulan November 2025 ini capaian realisasi investasi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menembus angka hingga Rp 6,4 triliun. Dengan hampir 60 persen di antaranya berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sisanya baru Penanaman Modal Asing (PMA).
Realisasi tersebut jauh di atas target kabupaten yang hanya Rp 2,1 triliun dan target provinsi sebesar Rp3 triliun. Capaian tersebut menempatkan Loteng sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar kedua di NTB di bawah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
“Realisasi investasi kita hanya kalah dari Kabupaten Sumbawa Barat. Karena di sana ada pembangunan smelter,” sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Loteng Drs. Jalaludin, Rabu, 12 November 2025.
Ditemui Suara NTB di kantor Bupati Loteng, Jalaludin menjelaskan, realisasi investasi tersebut masih ada peluang untuk bertambah. Mengingat, hingga akhir tahun ini permohonan izin investasi yang masuk cukup banyak. Belum lagi laporan realisasi investasi di dalam kawasan The Mandalika juga belum dihitung.
“Realisasi investasi ini di luar realisasi investasi di dalam kawasan The Mandalika. Kalau itu masuk, realisasi investasi kita akan jauh lebih besar lagi,” sebutnya.
Sektor pariwisata, lanjutnya, menjadi sektor penyumbang investasi terbesar. Berupa pembangunan hotel, vila dan penginapan diikuti kemudian dengan sektor jasa dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang nilainya juga tidak sedikit.
Hal itu menunjukkan kalau geliat investasi di sektor pariwisata di Loteng sedang tumbuh pesat. Dan, tidak hanya terpusat di satu kawasan saja. Namun tersebar di beberapa kawasan wisata. Seperti kawasan wisata Selong Belanak hingga Teluk Bumbang dan Awang.
“Menariknya yang berinvestasi kebanyakan pemodal dalam negeri dan lokal. Sementara pemodal asing tidak terlalu banyak,” imbuhnya.
Itu jadi pertanda positif bagi daerah. Bahwa pemodal dalam negeri juga punya kemampuan untuk ikut berinvestasi membangun daerah. Tinggal sekarang tugas pemerintah daerah bersama-sama dengan masyarakat untuk menjadi iklim investasi tersebut tetap bagus.
Salah satunya dengan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga laju investasi di Loteng bisa terus bergerak. Karena semakin tinggi investasi yang masuk, maka itu bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Termasuk bisa membuka lapangan kerja bagi angkatan kerja di daerah ini.
“Mohon dukungan bersama untuk sama-sama kita menjaga iklim investasi yang sudah bagus ini agar bisa semakin bagus ke depan,” ujar mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng ini. (kir)


