spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAFPRB Kaji Kerentanan Bencana di Pulau Moyo dan Medang

FPRB Kaji Kerentanan Bencana di Pulau Moyo dan Medang

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa dan bersama FPRB Provinsi NTB melakukan penilaian ketangguhan pulau-pulau kecil khususnya di Pulau Moyo dan Medang sebagai bentuk mitigasi bencana.

“Jadi, hasil kajian ini kita harapkan memberikan gambaran tentang ketangguhan pulau kecil, bukan hanya di Sumbawa tapi juga di NTB ketika terjadi bencana,’’ kata Wakil Ketua FPRB Sumbawa Dr. Rusdianto, Selasa (11/11/2025).

Ia melanjutkan, kajian di Pulau Moyo dan Pulau Medang tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis kerentanan pulau-pulau kecil terhadap berbagai ancaman. Baik itu bencana alam maupun antropogenik termasuk ketangguhan berdasarkan indikator-indikator yang relevan (ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan, infrastruktur).

“Dari kajian ini nantinya, kita akan merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan ketangguhan pulau kecil. Adaptasi perubahan iklim, mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya, dan pengembangan kapasitas masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, penyediaan data dan informasi yang akurat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan berkelanjutan di pulau-pulau kecil. Khususnya Pulau Bungin, Pulau Moyo dan Pulau Medang Kabupaten Sumbawa.

“Selama ini data-data terkait pulau kecil masih kurang, kita harapkan dengan ketersediaan data ini bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan terhadap pulau kecil,” jelasnya.

Sebagai contoh, dalam kajian di Pulau Bungin terungkap bahwa di Pulau Bungin pernah terjadi kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah. Saat itu belum ada sistem penanganan bencana kebakaran.

“Jadi ini nantinya membangun sistem ketangguhan di pulau-pulau kecil. Bayangkan kalau hanya menunggu tim dari kabupaten, butuh waktu,’’ ujarnya.

Selain itu keberadaan informasi kebencanaan penting sebagai bahan edukasi pada masyarakat. Informasi yang dipasang di tempat umum, kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencaan penting menjadi kegiatan di masing-masing pulau kecil. Semua kondisi ini terungkap ketika tim turun melakukan penilaian langsung ke Pulau Bungin. “Sehingga nanti dengan informasi ini, bisa merekomendasikan program ke masing-masing pulau,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua FPRB Provinsi NTB, Sulistiyono mengatakan, kajian ketangguhan pulau-pulau kecil juga dilaksanakan di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air Kabupaten Lombok Utara. Hasil kajian itu nantinya akan didiseminasikan, rekomendasi, dan model ketangguhan pulau kecil diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan.

“Permasalahan di pulau-pulau kecil sangat kompleks, banyak tantangan. Melalui kajian yang dilakukan FPRB Sumbawa dan FPRB NTB ini memberikan gambar tentang ketangguhan pulau kecil,’’ ucapnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO