Kota Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan bencana hidrometeorologi. BPBD kini tengah menyiapkan Posko Induk Bencana yang difungsikan sebagai pusat koordinasi seluruh unsur penanganan kebencanaan di daerah itu.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Nazamuddin S.Sos., mengungkapkan pembangunan Posko Induk Bencana saat ini sedang dilaksanakan. Di dalamnya disiapkan berbagai sarana pendukung mulai dari peralatan evakuasi, penyelamatan, dapur umum, hingga logistik bagi warga terdampak.
Ia menambahkan, Posko Induk tersebut berlokasi di Kantor BPBD Kota Bima yang berfungsi sebagai satuan tugas kebencanaan (Satgas) utama. Selain itu, dua titik dapur umum juga telah disiapkan, masing-masing di Kantor BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima.
“Posko Induk di BPBD selaku Satgas Kebencanaan. Sementara untuk dapur umum terdapat di dua lokasi, yaitu BPBD dan Dinsos Kota Bima,” ujarnya, Rabu, 12 November 2025.
Crizna sapaan akrabnya menyebutkan, peralatan evakuasi dan perlengkapan penyelamatan disiapkan dengan dukungan sumber daya dari pemerintah daerah serta berbagai pihak lainnya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan efektif.
Posko Induk juga disiapkan sebagai pusat koordinasi bagi unsur pendukung lain seperti tim medis, TNI, Polri, dan media. Dengan demikian, ketika terjadi kondisi darurat, semua pihak dapat segera bergerak di bawah komando satu pintu.
Ia memastikan, dengan segala potensi dan sumber daya yang ada, BPBD Kota Bima bersama unsur pemerintah dan mitra terkait siap mengerahkan seluruh kemampuan untuk mempercepat respons penanganan bencana.
“InsyaAllah dengan potensi yang ada, kami pemerintah bekerjasama dengan semua pihak, baik itu dunia usaha maupun lembaga terkait dalam penanggulangan bencana. TNI, Polri serta seluruh relawan baik itu TSBK, PTTB, Basarnas dan relawan lainnya,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis dan koordinasi lintas instansi, Crizna juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi hingga awal tahun depan.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan dampak bencana. “Tingkatkan kewaspadaan dengan mengenali setiap potensi dan ancaman bencana,” pesannya. (hir)

