spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATPeternak di Desa Banjar Antusias Ikuti Sosialisasi PHMS

Peternak di Desa Banjar Antusias Ikuti Sosialisasi PHMS

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada Selasa, 11 November 2025. Di kegiatan kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Desa Banjar, Kecamatan Taliwang, KSB.

Bertempat di balai desa setempat, kegiatan diikuti oleh sebanyak 20 orang peternak. Para petugas penyuluh dan anggota Agen Gotong Royong (AGR) turut pula hadir pada acara yang dikawal langsung oleh Kantor Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Taliwang tersebut.

Sebagai agenda rutin tahunan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Distan KSB ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peternak tentang penyakit hewan menular yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat dan perekonomian.

Dalam sosialisasi, para peternak diberikan informasi tentang jenis-jenis penyakit hewan menular strategis, gejala, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya vaksinasi dan biosekuriti dalam peternakan.

“Penyakit hewan menular strategis dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, oleh karena itu kita harus waspada dan proaktif dalam mencegah dan mengendalikan penyakit ini,” terang Koordinator Puskeswan Taliwang, Muhyidin, S.Pt.

Para peternak di Desa Banjar yang hadir dalam sosialisasi tersebut, sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Muhyidin mengatakan, mereka menilai sosialisasi inu penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola peternakannya. “Alhamdulillah antusiasme para peserta sangat baik. Mereka banyak memberikan pertanyaan kepada narasumber yang kami hadirkan,” katanya.

PHMS secara sederhana adalah beragam penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia dan memiliki potensi untuk menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Beberapa contohnya adalah rabies, Avian Influensa (AI), penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumly Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol, brucellocis, surra, jembrana, dan septicaemia epuzootica (SE) atau penyakit ngorok.

Menurut Muhyidin, peternak di Desa Banjar umumnya menggeluti pemeliharaan ternak Sapi. Karena itu banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta sosialisasi mengenai penyakit PHMS yang kerap menyerang hewan Sapi. “Soal gejala dan penganan SE, PMK, LSD paling banyak ditanyakan, karena memang penyakit itu menyerang ternak Sapi,” sebutnya seraya mengungkap alasan kegiatan sosialisasi digelar di Desa Banjar.

“Karena di Banjar ini banyak warga yang memiliki ternak Sapi. Jadi kami fokus sosialisasinya di sini,” imbuh Muhyiddin. (bug/*)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO