spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBIMAAtap Rumah Disapu Angin, Misbah Harap Pemerintah Turun Tangan

Atap Rumah Disapu Angin, Misbah Harap Pemerintah Turun Tangan

Bima (Suara NTB) – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Senin, 10 November 2025 , menyisakan duka bagi warga Desa Maria. Sejumlah rumah rusak berat, sebagian besar bagian atap terangkat dan terbang terbawa angin. Salah satunya dialami Misbah, warga RT 17 RW 8 Dusun Fo’o Mboto.

Saat kejadian, Misbah sedang berada di Kecamatan Wera untuk mengikuti pawai ta’aruf pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Bima. Ia baru mengetahui rumahnya rusak setelah melihat unggahan di media sosial. “Saat itu saya buka Facebook dan melihat ada foto rumah saya. Atapnya sudah tidak ada. Katanya dibawa angin,” tutur Misbah saat dihubungi kepada Suara NTB, Kamis (13/11/2025).

Khawatir dengan kondisi rumahnya, ia segera menghubungi anaknya yang berada di rumah. “Saya tanya ke anak, ‘Nak, gimana rumah kita? Mama lihat di Facebook, atap rumah sudah tidak ada.’ Anak saya bilang, iya mah, atap semua sudah hancur, rumah tidak bisa ditempati,” kisahnya.

Mendengar kabar itu, Misbah langsung bergegas pulang. “Jam lima kurang saya sudah sampai rumah. Benar semua atap hilang, kayunya pun tidak tersisa,” ujarnya.

Meski rumahnya porak-poranda, Misbah tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarga selamat. Beberapa barang elektronik seperti televisi dan laptop rusak akibat air hujan yang masuk ke dalam rumah. “Syukur anak-anak tidak kenapa-kenapa. Kalau rumah, tidak apa-apa, Nak,” kenangnya menirukan ucapannya saat itu.

Menurut keterangan sang anak, angin datang bersamaan dengan hujan deras sekitar pukul 13.00 Wita. “Angin itu seperti mutar-mutar di sekeliling rumah. Semua atap rumah saya terbang, sampai kayunya pun tidak tersisa,” tuturnya.

Kini, Misbah dan keluarganya harus bertahan dengan menutup bagian rumah yang rusak menggunakan terpal seadanya. “Anak dan cucu saya ngungsi di rumah saudara. Ini saya lagi usaha tutup rumah dengan terpal. Satupun bantuan belum turun, padahal kami sangat butuh terpal,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga hari keempat pascakejadian, belum ada bantuan apa pun yang diterima warga. “Sampai hari ini, bantuan satu gelas air pun belum ada, permen satu biji pun tidak ada,” keluhnya.

Meski demikian, Misbah tetap berusaha sabar dan tabah menghadapi ujian ini. “Camat sempat datang dan berpesan supaya sabar. Saya bilang, iya Pak Camat, ini cobaan bagi saya. Kami insyaallah tetap sabar,” ujarnya.

Kepala Desa Maria, Imran, S.Pd., membenarkan adanya peristiwa angin puting beliung yang merusak sedikitnya enam rumah di desanya. “Memang di wilayah selatan Desa Maria yang berbatasan dengan Desa Pesa, Senin kemarin terjadi angin puting beliung. Sekitar lima sampai enam rumah atapnya terbang dan hilang. Sampai sekarang posisinya belum diperbaiki karena atap belum ada,” terang Imran melalui saluran telepon bersama Suara NTB pada Kamis (13/11/2025).

Selain diterjang angin, banjir juga melanda kawasan tersebut, diduga akibat tidak adanya saluran air yang memadai di sekitar jalan negara. “Bersamaan dengan angin itu juga terjadi banjir karena tidak ada saluran air yang terhubung ke sungai,” jelasnya.

Imran berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan meninjau langsung lokasi terdampak. “Kami sangat mengharapkan ada perhatian dari pemerintah. Yang pertama, drainase di sisi kanan jalan negara arah Bima–Sape sepanjang sekitar 150 meter perlu diperbaiki. Yang kedua, ada pondasi rumah warga yang menutup aliran sungai. Dan ketiga, gorong-gorong di depan Pasar Maria terlalu kecil, tidak mampu menampung air dari Dusun Temba Mbojo,” paparnya.

Sementara itu, warga yang rumahnya rusak kini bergotong royong memperbaiki sisa-sisa bangunan yang masih bisa diselamatkan. “Kami hanya berharap pemerintah menengok kami sebagai warganya,” ucap Misbah dengan lirih. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO