spot_img
Kamis, Februari 5, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMKualitas Infrastruktur Diduga Tidak Memadai, Mataram Belum Terbebas dari Banjir

Kualitas Infrastruktur Diduga Tidak Memadai, Mataram Belum Terbebas dari Banjir

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram sepatutnya mencari solusi permanen dalam penanganan banjir. Bencana alam ini terjadi disinyalir dipicu kualitas infrastruktur yang tidak memadai. Kondisi ini mengakibatkan Mataram belum terbebas dari banjir maupun genangan.

Banjir yang meredam pemukiman warga di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela dan Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya merupakan peristiwa yang terjadi berulang. Tanggal 6 Juli 2025, hampir setengah wilayah di Kota Mataram tenggelam. Kerugian diprediksi mencapai puluhan miliar. Kekalik dan Abian Tubuh, juga menjadi wilayah yang kepung banjir.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzaki menjelaskan, banjir yang terjadi di dua kelurahan disebabkan intensitas hujan yang tinggi di bagian hulu. Kondisi ini menyebabkan Sungai Ancar meluap dan air masuk ke pemukiman warga.

Potensi kebencanaan sebenarnya telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pihaknya meningkatkan pemantauan terhadap ketinggian debit air serta berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, supaya melakukan intervensi. “Berkaca dari kejadian banjir sebelumnya kita sudah melakukan langkah antisipasi,” terang Muzaki ditemui pada, Kamis (13/11/2025).

Kualitas Infrastruktur Tidak Memadai

Muzaki menyadari kualitas infrastruktur yang tidak memadai menjadi salah satu penyebab Mataram belum terbebas dari banjir. Infrastruktur di pinggir sungai perlu ditingkatkan, untuk menjaga kestabilan. Banjir tidak bisa diprediksi apabila di hulu gelap gulita, maka berpotensi terjadinya luapan air sungai.

“Meskipun di Mataram tidak hujan tetapi di wilayah Lombok Barat gelap gulita. Kita perlu waspada karena bisa saja terjadi banjir,” jelasnya.

Menurut Jack sapaan akrabnya, peningkatan kualitas infrastruktur perlu dilakukan, supaya banjir tidak terjadi kembali. Kewenangan perbaikan infrastruktur di sungai menjadi ranah Dinas PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai. Dua instansi ini pasti memiliki skenario penanganan jangka menengah dan jangka panjang, sehingga Kota Mataram terbebas dari banjir maupun genangan.

Kejadian banjir di Kekalik dan Abian Tubuh menjadi peringatan bagi masyarakat dan OPD teknis, agar segera mengambil langkah taktis untuk pencegahan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO