spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMCKG di Mataram Capai 2.500 Sasaran, Dinkes Fokus Jaga Layanan di Puskesmas...

CKG di Mataram Capai 2.500 Sasaran, Dinkes Fokus Jaga Layanan di Puskesmas Tetap Optimal

Mataram (Suara NTB) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan November 2025, total sasaran yang berhasil terlayani telah mencapai sekitar 2.500 orang. Mencakup siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga jenjang SMP sederajat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tim Dinkes dan Poltekkes yang turun langsung ke sekolah-sekolah. Meski masih menghadapi tantangan dalam penjadwalan tenaga kesehatan, program CKG menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

“Data terakhir yang kami terima sekitar 2.500 sasaran sudah kita layani,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Program CKG memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum kepada masyarakat dan pelajar. Menurut Emirald, secara nasional program ini memang dirancang sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Sehingga seluruh daerah diminta mengintensifkan pemeriksaan kesehatan pada peserta didik.

Secara nasional, lanjutnya, CKG dimulai bagi peserta didik sebagai bentuk investasi kesehatan masa depan bangsa. Oleh karena itu program ini terus diupayakan, karena masa program setahun.

Meski capaian sudah bergerak positif, Dinkes Mataram mengakui belum dapat memastikan persentase dari total target layanan yang lebih dari 100 ribu orang. Beberapa sekolah, termasuk MTs, diketahui belum mendapat giliran pemeriksaan.

“Sementara ini kami baru mencapai 30 persen. Tetapi saya belum menarik data terbaru lagi. Kemungkinan bertambah dari sebelumnya,” ungkapnya.

Emirald menegaskan bahwa antrean pelayanan bukan disebabkan kekurangan SDM, melainkan karena penjadwalan yang harus disesuaikan dengan aktivitas pelayanan kesehatan primer di Puskesmas.

Ia menjelaskan bahwa tenaga medis tidak bisa difokuskan sepenuhnya untuk CKG, karena pelayanan utama di Puskesmas harus tetap berjalan optimal.
“Tim medis harus membagi waktu antara pelayanan CKG di sekolah dan pelayanan kesehatan utama di Puskesmas. Kalau pelayanan di Puskesmas ditinggalkan, nanti terbengkalai,” jelasnya.

Emirald mengakui pihaknya sempat menerima laporan dari salah satu Puskesmas yang kekurangan dokter atau perawat gigi karena bertugas di kegiatan CKG. Hal ini menjadi evaluasi agar penjadwalan ke depan lebih seimbang.

“Intinya, kami mengupayakan penyesuaian dengan teman-teman nakes supaya tidak ada layanan wajib yang ditinggalkan,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO