Tanjung (Suara NTB) – Festival Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) tingkat Provinsi NTB, dibuka Gubernur NTB, Dr. H. L. Muhamad Iqbal, SIP., M.Si., Kamis (13/11) petang. Pada kesempatan tersebut, Gubernur mendorong Lasqi dapat berkembang menjadi produk budaya sekaligus penyelenggaraannya membuka ruang bagi pemberdayaan UMKM.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya mengucapkan terima kasih sudah berkenan untuk menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan Lasqi tingkat Provinsi NTB ini,” pesannya.
Selain itu, Gubernur NTB juga mengapresiasi persiapan yang sudah dilakukan Pemerintah KLU. Terlebih lagi, dalam festival ini Pemda memberi ruang kepada UMKM di setiap kegiatan provinsi.
Ia menekankan, setiap momen kegiatan pemerintah daerah menghadirkan keterlibatan pelaku UMKM di dalamnya. Di antara sekian banyak kabupaten, Gubernur melihat KLU punya potensi untuk berkembang baik. Hal itu didasari KLU merupakan kabupaten yang baru yang berusia 17 tahun. Daerah ini kata dia, memiliki kesempatan untuk membangun tata kota, maupun kebijakan lain dengan benar.
“Kita ingin menciptakan setiap kegiatan menjadi kegiatan yang memberdayakan terutama kalangan UMKM. Saya juga mendorong dan menyemangati teman-teman Lasqi, ayo terus mengembangkan diri. Kita membuka ruang untuk pengembangan Lasqi untuk menjadikan Lasqi sebagai salah satu produk budaya,” tandas Iqbal.
Sementara, Ketua Umum Lasqi Nusantara Jaya NTB, Hj. Sinta Agathia lqbal, menyampaikan festival Lasqi kali ini merupakan festival pertama yang mengusung nama Lasqi Nusantara Jaya NTB. Nama lembaga Lasqi ini bahkan sudah didaftarkan di Kementerian sebagai entitas Lasqi yang dimiliki NTB.
Dirinya menyadari, persiapan penyelenggaraan dilakukan dengan waktu yang singkat yakni kurang dari satu bulan. Namun demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas penyelenggaraan maupun proses pelaksanaannya.
“Alhamdulillah sangat komparatif, dan kita bisa bekerjasama dengan baik, antara Provinsi dengan Kabupaten Lombok Utara. Terima kasih untuk pengurus DPW dan DPD Lasqi Nusantara Jaya,” ujar istri Gubernur NTB ini.
Festival Lasqi dengan nama baru ini, sambung dia, senantiasa dijadikan tonggak awal untuk kembali menggiatkan kembali Lasqi Nusantara Jaya. Lembaga ini nantinya diharapkan menjadi satu lembaga mitra pemerintah yang melahirkan berbagai inovasi yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Kami mendengar kabar bahwa Lasqi Provinsi NTB cukup ditakuti di tingkat nasional. Memang gerak Lasqi Nusantara Jaya Provinsi NTB yang didukung jumlah penduduk Muslim cukup besar menjadi modal dalam mendukung, menggiatkan dan menggeliatkan seni-seni islami di Provinsi NTB,” ungkapnya.
Kesempatan serupa, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH, mengakui banyaknya kendala dan keterbatasan untuk menghadirkan event yang meriah. Ia berharap, dari sejak dibuka hingga festival nanti ditutup, tidak mengecewakan khususnya bagi peserta.
“Oleh karena itu, selaku tuan rumah kami menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf mungkin dalam pelayanan, penyambutan kami ada kekurangan dalam semua itu,” ucap Bupati.
Untuk diketahui, Festival Lasqi Nusantara Jaya NTB diselenggarakan 3 hari, 13-15 Nopember. Sebanyak 7 kabupaten/kota ikut memeriahkan lomba yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram, Dompu, Bima, Kota Bima dan Lombok Utara selaku tuan rumah. (ari)



