spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSGubernur NTB Tanggapi Dugaan Penyimpangan Tender Proyek Lenangguar-Lunyuk

Gubernur NTB Tanggapi Dugaan Penyimpangan Tender Proyek Lenangguar-Lunyuk

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal buka suara soal adanya dugaan penyalahgunaan (penyimpangan) kewenangan saat tender proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Nama Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Marga Sulkifli Rayes disebut sebut tersangkut dalam dugaan penyimpangan itu.

Gubernur Iqbal membenarkan adanya laporan dari pegiat Anti-Korupsi itu. Baginya laporan seperti itu adalah hal biasa. Yang  jelas, ia memastikan penyelesaian waktu proyek tersebut berjalan lancar sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Tepatnya pada akhir tahun 2025.

“Dilaporkan ke Gubernur juga, tapi biasalah nanti yang penting diperbaiki dan diselesaikan pada waktunya dengan target penyelesaian yang baik,” ujar Gubernur NTB, Jumat, 14 November 2025.

Menyinggung soal kontraktor pemenang tender diduga bukan kontraktor lokal, yaitu kontraktor asal Aceh. Iqbal mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Namun, dalam laporannya kemarin bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, pihaknya meminta pemerintah pusat untuk memperhatikan kontraktor lokal.

“Wah tidak tahu saya, itu kan tidak ada yang periksa, itu dari PUPR. Ada Biro PBJ yang mengawasi dan kita pastikan di akhir tahun selesai,” katanya.

“Kontraktor lokal yang akan memanfaatkan bahan baku di lokal supaya menggerakkan ekonomi di daerah.  Kontraktor-kontraktor kita bagus-bagus, dan saya yakin di daerah kita kontraktornya bagus-bagus,” sambungnya.

Dalam laporannya, Pegiat Anti Korupsi menemukan adanya sejumlah dugaan kejanggalan pada proses tender. Mulai dari evaluasi tender yang tidak transparan. Dugaan manipulasi surat dukungan alat, hingga proses verifikasi lapangan yang terindikasi tebang pilih.

Progres Jalan Lunyuk Baru Capai 20 Persen

Sementara, progress pekerjaan perbaikan ruas Jalan Lenangguar-Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, berjalan lambat. Meski dimulai sejak Bulan September lalu, hingga saat ini, progres pekerjaan fisik baru mencapai sekitar 15–20 persen. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi medan, yang mana pekerja harus menata beton akibat adanya longsoran di sekitar jalan yang mau diperbaiki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin mengatakan, setelah melakukan penataan beton, selanjutnya mereka akan melakukan pengecoran dan pengeboran di sejumlah titik pada jalan seluas 60 kilometer tersebut.

“Betonnya belum mulai ngecornya, masih menata longsorannya,” ujarnya, Selasa, 11 November 2025.

Di sisa waktu kurang dari dua bulan ini, Sadimin tetap optimis perbaikan Jalan Lenangguar-Lunyuk yang menelan anggaran hingga Rp19 miliar ini bisa dituntaskan. Sebab menurutnya, proses pengeboran jalan tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 15-20 menit untuk satu titik pengeboran. “Mudah-mudahan bisa, kalau kerjaan ngebornya sebentar,” lanjutnya.

Proses pengeboran, sambungnya hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Namun, karena masih melakukan penataan, hingga kini proses bor dan cor belum juga dilakukan.

“Kalau tempatnya sudah aman ya dua minggu selesai. Kan langsung dibor, langsung masuk besi, langsung dicor,” katanya.

Perbaikan Jalan Lanungguar-Lunyuk menurutnya lebih sulit dibandingkan dua proyek jalan lain yang juga dikerjakan tahun ini oleh Pemprov NTB. Hal ini karena kondisi geografis dan struktur tanah yang menantang. Ia menjelaskan, proyek tersebut awalnya dianggarkan sebesar Rp30 miliar untuk tiga segmen jalan. Namun, setelah dievaluasi, hanya dua segmen yang dikerjakan dengan nilai Rp20 miliar.

“Yang Lunyuk memang dari awal kan berat. Dulu kita dikasih Rp30 miliar, kita tidak sanggup menyelesaikan. Hanya kita ambil Rp19 miliar, karena kondisinya memang berat,” terangnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO