GUBERNUR NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan banyak investor asing tertarik dengan konsep NTB Capital. BUMD baru sektor investasi ini dinilai menarik, karena akan menangani permasalahan yang selama ini dihadapi oleh mereka. Misalnya, menyelesaikan permasalahan sosial dan rumitnya proses perizinan.
Sedikitnya, disebutkan ada empat investor asal negara maju di dunia yang tertarik dengan konsep NTB Capital. Mereka adalah investor dari Australia, Singapura, Jepang, dan Korea.
“Saya ketemu dengan Dubes asing, meminta mereka berinvestasi. Ada investor Australia. Singapura bertemu dengan Jepang dan Korea. Mereka antusias karena saya tahu persis dari pengalaman saya. Itu dua hal yang selalu menjadi ganjalan untuk investor masuk ke daerah,” ujarnya, Jumat, 14 November 2025.
NTB Capital, lanjutnya, akan memainkan peran strategis sebagai jalur investasi yang masuk ke NTB. Syarat investasi itu harus ramah lingkungan dan sosial. Rencananya, BUMD non keuangan ini tidak akan mengurus bisnis. Sebaliknya, mereka membiarkan keleluasaan kepada anak perusahaannya. Seperti PT GNE yang akan menangani soal bisnis.
Nantinya, NTB Capital akan menjadi holding atau induk perusahaan bersama dengan PT Bank NTB Syariah. Khusus di NTB Capital, akan membawahi PT GNE selaku perusahaan bahan konstruksi. Ada juga anak perusahaan yang fokus pada manajemen aset. Bahkan, akan tersedia perusahaan yang bergerak di bidang modal ventura. Ini untuk mengakomodir UMKM dan hilirisasi produk yang dibuat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jadi semua aset-aset yang sekarang tidak terurus ini nanti akan ada anak perusahaan NTB Kapital yang khusus mengurusi aset. Jadi supaya manajemennya bagus, kita cari orang yang memang ahli di bidang itu,” jelasnya.
Menurutnya, pembentukan NTB Capital bukan semata-mata bisnis menghasilkan uang. Melainkan bagaimana sistem bisnis to bisnis (b to b) di NTB berjalan kondusif. Sehingga mampu memberikan dampak kepada masyarakat. (era)



