Tanjung (suarantb.com) – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengajak seluruh komponen pada Dinas Kesehatan hingga tenaga medis dan staf, untuk bersama-sama memperbaiki kekurangan dalam proses pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mendukung pelayanan dengan menjaga kondusifitas di daerah.
“Hari Kesehatan Nasional menjadi refleksi bagi kita semua. Mungkin masih ada kekurangan atau kekeliruan dalam pelayanan, mari kita perbaiki bersama. Begitu juga masyarakat, mari kita ciptakan suasana aman dan nyaman agar pelayanan kesehatan berjalan baik,” ajak Najmul Kamis (13/11/2025).
Pemerintah daerah senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang menjamin perlindungan masyarakat, maupun tenaga medis. Manajemen Faskes di tiap tingkatan, diminta untuk menyiapkan pos pengaduan untuk menjawab keluhan masyarakat.
Apabila masyarakat menjumpai pelayanan mengecawakan daro oknum tenaga medis baik perawat, bidan, atau staf, Bupati menyarankan agar warga menyampaikannya melalui prosedur yang disiapkan. Salah satunya, nomor pengaduan yang disiapkan oleh instansi terkait.
“Sebaliknya, jika tenaga kesehatan merasa tidak nyaman bekerja, mereka juga bisa melapor. Kita akan bicarakan baik-baik agar pelayanan semakin meningkat,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, M.Kes., menyampaikan komitmen serupa. Pihaknya terus berbenah untuk mewujudkan pelayanan prima dalam bidang kesehatan.
Dirinya tak menyangkal bilamana dalam pelayanan kesehatan, masih terdapat ketidakpuasan masyarakat. Oleh karenanya, iya secara terbuka bahwa ke depan, perbaikan senantiasa akan terus dihadirkan.
“Melalui momentum HKN menjadi titik balik untuk memperbaiki mutu layanan dengan prinsip 3S: Senyum, Salam, dan Sapa, serta menumbuhkan empati dalam setiap tindakan medis,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, menyatakan pihaknya di RSUD juga senantiasa menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan adalah, memberi dukungan moril dan semangat kesembuhan kepada pasien yang sedang dirawat. Ia dan manajemen mulai turun ke ruang-ruang perawatan secara berkala sebagai bentuk empati atas sakit yang dialami pasien.
“Kami dari manajemen RSUD akan terus berbenah dalam pelayanan, sehingga setidaknya Rumah sakit yang satu satunya di KLU ini akan dilihat baik di mata masyarakat KLU,” ujar Nova.
Di sela visitasi ruangan itu, Nova dan jajaran manajemen memberikan hadiah bingkisan kepada pasien dan keluarganya.
Tidak menyerahkan bingkisan, manajemen juga menyerap masukan, keluhan dan tanggapan dari pasien dan keluarganya atas kesan pelayanan yang diterima. (ari)



