Kota Bima (suarantb.com) – Jadwal pengumuman hasil seleksi tiga besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima yang semula ditetapkan pada Selasa, 12 November 2025, terpaksa diundur. Hingga Jumat (14/11/2025), Panitia Seleksi (Pansel) belum merilis daftar peserta yang akan melaju ke tahap akhir.
Plt. Kepala BKPSDM Kota Bima, H. Alwi Yasin, menjelaskan bahwa pihaknya belum mampu menyampaikan hasil karena masih menunggu kelengkapan nilai dari asesor yang menguji kompetensi para peserta.
“Belum ada pengumuman karena nilai dari asesor belum dikirimkan,” sebutnya singkat, Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan, Pansel baru dapat menetapkan tiga nama terbaik setelah seluruh nilai asesor diterima dan diverifikasi. Penilaian lengkap ini menjadi dasar penting sebelum rekomendasi disampaikan kepada Wali Kota Bima.
Sebelumnya, tahapan seleksi Sekda Kota Bima telah berlangsung sesuai jadwal. Pendaftaran ditutup pada Senin, 27 Oktober 2025, dengan tujuh pejabat yang mengajukan berkas administrasi. Dari jumlah tersebut, enam peserta dinyatakan lolos seleksi administratif, sementara satu peserta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Abdul Jamal, dinyatakan gugur.
Peserta terakhir yang mendaftar adalah Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Muhammad Hasyim. Enam pejabat yang lolos seleksi administrasi yakni Kepala Dinas Pariwisata, H. Sukarno; Kepala Bappeda, Syarif Rustaman; Kepala BRIDA, Arif Roesman Effendy; Inspektur Kota Bima, H. Fakhrunrazi; Kepala Dinas Perhubungan, Is Fahmin; serta Kepala Dinas Kominfotik, Muhammad Hasyim.
Setelah proses administrasi, seleksi berlanjut ke tahap penilaian rekam jejak pada 29–31 Oktober 2025, Assessment Center pada 3–4 November, penulisan makalah pada 5 November, kemudian dilanjutkan wawancara dan presentasi pada 6–7 November 2025.
Alwi juga menegaskan bahwa seluruh proses berlangsung transparan dan tanpa pungutan biaya apa pun. “Kami pastikan seleksi ini berjalan transparan dan objektif. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasil akhirnya akan murni berdasarkan kompetensi dan rekam jejak,” ujarnya.
Namun hingga kini, publik masih harus menunggu hasil penilaian asesor yang menjadi penentu utama. Pansel memastikan bahwa pengumuman akan segera disampaikan begitu seluruh nilai diterima dan dilakukan verifikasi akhir. (hir)


