Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Smartboard untuk pembelajaran di sekolah di Indonesia, termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB. Namun, sebagian sekolah di Bima belum menerima pengadaan perangkat digital itu.
Kepala Bidang (Kabid), Pendidikan Khusus (PK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Hj. Eva Sofia Sari, pada Minggu (16/11/2025), mengatakan, ada 53 SLB di NTB.
Seluruh SLB di Pulau Lombok dan Sumbawa sudah menerima Smartboard dari pemerintah pusat. Namun, sebagian wilayah di Bima belum.
Namun, ia belum dapat memastikan jumlah pasti berapa sekolah di Bima yang sudah menerima dan belum.
Pasalnya, pengadaan Smartboard itu dilangsungkan oleh Kemendikdasmen dan diterima langsung oleh satuan pendidikan.
“Yang jelas untuk Pulau Lombok itu sudah semuanya, kemudian untuk Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu itu juga sudah, dan tersisa tinggal Kabupaten Bima yang belum semua dapat,” sebutnya.
Menurutnya, sebagian SLB di Bima yang belum mendapatkan Smartboard itu lantaran jaraknya keberadaannya. “Karena mungkin jarak dari Kota ke tempat SLB tersebut memang begitu jauh,” ujarnya.
Bagi SLB yang sudah menerima, Smartboard itu akan dipergunakan untuk pembelajaran yang lebih inovatif. Eva menyampaikan, dengan adanya Smartboard di SLB, metode pembelajaran di sekolah akan lebih interaktif. “Sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Selain itu, dengan adanya Smartboard itu juga, pengalaman belajar siswa juga akan lebih menyenangkan dan bermakna. “Tujuan utama agar Pendidikan lebih bermutu dan berkualitas bisa diwujudkan,” tandasnya. (sib)



