Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram mendapat kepastian dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) soal pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern di Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan.
Melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian PU menyetujui pembiayaan pembangunan TPST tersebut dengan alokasi anggaran mencapai Rp90 miliar.
Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, mengatakan pembangunan TPST Kebon Talo merupakan bagian dari program nasional dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah di daerah. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pembangunan akan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian PU.
“Kami sudah menerima informasi bahwa Kementerian PU setuju membiayai pembangunan TPST Kebon Talo. Anggarannya Rp90 miliar,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Sebelumnya, Kementerian PU telah melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen administratif dan teknis pembangunan TPST yang diajukan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB. Seluruh persyaratan dinyatakan lengkap sehingga pembangunan dapat segera diproses.
“Harapan kita awal tahun pekerjaan bisa dimulai karena proposal sudah masuk. Kementerian juga sudah melakukan monitoring dan kunjungan lapangan,” jelas Alwan.
Alwan menambahkan, pembangunan TPST Kebon Talo juga merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup, namun pelaksana pembangunan dilaksanakan Kementerian PU. Pola ini sama seperti pembangunan fasilitas dapur makan bergizi (MBG) yang dibiayai kementerian lain tetapi dilaksanakan Kementerian PU.
Menurut informasi yang diterima Pemkot Mataram, pembangunan TPST Kebon Talo akan masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kementerian PU tahun 2026.
Alwan menegaskan bahwa Kota Mataram sangat membutuhkan keberadaan TPST Kebon Talo. Dengan produksi sampah yang mencapai 250 ton per hari, keberadaan fasilitas pengolahan modern dinilai menjadi solusi krusial bagi penanganan sampah perkotaan.
TPST Kebon Talo dirancang sebagai fasilitas modern yang dapat mengolah sampah secara lebih efisien, mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mendukung pengelolaan sampah terintegrasi Berbasis pengurangan dan pemanfaatan kembali.
“TPST Kebon Talo nantinya akan sangat membantu sebagai pusat pengolahan sampah. Ini bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah kota yang semakin kompleks,” ujarnya.
Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkot Mataram optimistis proyek ini akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama kota. (pan)



