Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB menjalin kerja sama dengan Bali dan NTT. Kerja sama dilakukan di sejumlah sektor, termasuk pariwisata NTB. Dalam konsepnya, ketiga daerah ini ditetapkan sebagai kawasan superhub pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, dalam intervensi kerja sama tersebut, Pemprov NTB sedikitnya akan melakukan tujuh hal. Saat ini, Dispar NTB sedang melakukan penyusunan pola perjalanan pariwisata lintas tiga provinsi tersebut.
“Melalui integrasi pariwisata yang ujungnya nanti ada dokumen dan ada paket wisata bersama,” ujarnya, Senin, 17 November 2025.
Selain itu, Dinas Pariwisata NTB juga akan mengikuti pertemuan pariwisata atau business matching dengan ke dua daerah kerja sama. Hal ini dilakukan untuk membangun ritme pariwisata termasuk memfasilitasi para pelaku pariwisata daerah untuk memperluas jejaring dengan daerah lain.
“Baik itu di dalam maupun di luar negeri. Itu intinya adalah adanya business matching antara pelaku pariwisata di tiga provinsi ini,” lanjutnya.
Pemprov akan Turun Langsung Promosi Pariwisata NTB
Pemprov juga akan turun langsung untuk melakukan promosi pariwisata. Bersama dengan pelaku pariwisata di Bali dan NTT. Selanjutnya, Pemprov juga akan melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata di daerah.
“Ya tentunya dengan kita membangun integrasi destinasi, tentunya standarisasi di tiga destinasi ini juga tentunya diharapkan SDM itu bisa lebih meningkat berkembang,” katanya.
Tidak hanya itu, Pemprov juga akan melakukan digitalisasi pariwisata daerah. Rencananya, ketiga daerah tersebut akan menyusun konsep bersama melalui promosi pariwisata yang telah dilakukan untuk kemudian didigitalkan.
“Ya tentunya dengan saling sharing, berbagi pengetahuan untuk bisa kita saling menerima. Terus berikutnya lagi, adanya integrasi calender event unggulan masing-masing provinsi,” jelasnya.
Selain program tersebut, dialog rutin antara tiga Pemprov akan dibuka untuk menyelaraskan kebijakan daerah dalam pengembangan pariwisata Bali–Nusra. Menurutnya, potensi masing-masing provinsi saling melengkapi. Bali sebagai pintu masuk terbesar wisatawan mancanegara, NTB dengan destinasi prioritas Mandalika, serta NTT dengan destinasi unggulan Labuan Bajo.
“Tiga provinsi ini ditetapkan menjadi kawasan superhub prioritas pariwisata dan ekonomi kreatif Nusantara,” terangnya.
Kerja Sama Pariwisata Diharapkan Tingkatkan Kunjungan
Terkait dampak dari intervensi ini, Kadis Pariwisata NTB menegaskan bahwa targetnya adalah peningkatan kunjungan, okupansi hotel, dan length of stay wisatawan. “Salah satu ikhtiar ini adalah meningkatkan tiga komponen, angka kunjungan, tingkat okupansi, dan length of stay,” pungkasnya. (era)


