Dompu (suarantb.com) – Rencana Balai Jalan Nasional membangun kembali jembatan di ujung timur Desa Doropeti Kecamatan Pekat yang nyaris putus akibat diterjang banjir bandang 2 Desember 2024 lalu gagal direalisasikan. Pemilik rumah yang ada di dekat jembatan tidak mengizinkan lahannya diambil untuk pelebaran jembatan.
Jembatan itu pun hanya ditangani secara tanggap darurat dengan pemasangan bronjong dan pasangan pelindung kaki jembatan. “Balai Jalan sudah mengalokasikan anggaran untuk Pembangunan kembali jembatan. Kita bersama PT SMS, sudah upayakan akses jalan alternatif untuk digunakan saat pengerjakan jembatan,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Aris Ansary, ST, MT., pekan kemarin.
Karena tidak bisa diperlebar, lanjut Aris, pihak Balai Jalan Nasional mengembalikan anggaran untuk dialokasikan lain. Sehingga jembatan Doropeti hanya ditangani darurat dengan bronjong. “Syukurnya sampai sekarang masih bisa digunakan,” ungkapnya.
Musim hujan 2025–2026, ancaman banjir di Kabupaten Dompu berpeluang tinggi seiring intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya Kawasan hutan serta menyempitnya aliran Sungai. Banjir-banjir ini tidak menutup kemungkinan akan memperparah kerusakan jembatan yang sebelumnya rusak oleh banjir. (ula)



