spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASelain Pertanian, Warga Kelurahan Bugis Andalkan Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Perdagangan

Selain Pertanian, Warga Kelurahan Bugis Andalkan Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Perdagangan

Sumbawa Besar (suarantb.com) — Kreativitas dan eksekusi gagasan penting dimiliki oleh pemimpin di tingkat desa dan kelurahan. Inilah yang dilakukan oleh Lurah Bugis. Pertanian masih tercatat sebagai penopang utama perekonomian masyarakat di Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Namun, pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan kawasan perkotaan membuat lahan pertanian di wilayah tersebut terus mengalami penyusutan,” ujar Lurah Bugis, Surya Darmayadi.

Ia menjelaskan bahwa perubahan tata ruang yang dipicu posisi strategis kelurahan yang berada di pusat Kota Taliwang, membuat masyarakat turut beralih ke sektor usaha lain, khususnya jasa dan perdagangan.

“Sektor paling utama di Kelurahan Bugis itu sektor pertanian. Tetapi seiring pertumbuhan penduduk, lahan pertanian semakin lama semakin berkurang. Itu karena lokasinya berada di kota Taliwang,” ungkap Surya Jumat, 14 November 2025.

Dengan semakin menurunnya luasan lahan garapan, masyarakat mulai mengembangkan mata pencaharian baru pada sektor non-pertanian.
Menurut Surya, kegiatan ekonomi kini lebih didominasi oleh aktivitas perdagangan dan jasa rumah tangga, yang dianggap mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terlihat semakin pesat di sepanjang jalur utama kelurahan. Jenis usaha dan jasa yang berkembang antara lain jasa keuangan, koperasi, hingga usaha kuliner.

“Mulai dari sektor jasa perbankan, koperasi, dan sektor perdagangan melalui aktivitas UMKM di sepanjang jalan utama. Sekarang para pelaku UMKM di Kelurahan Bugis mulai berkembang dan bertumbuh karena penduduknya lebih heterogen dibandingkan desa,” tutup Surya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr,.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan agromaritim, yang fokusnya untuk membentuk ekosistem industri agromaritim dari hulu ke hilir. Prioritas dukungan untuk menguatkan swasembada pangan, serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya.

Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya. (r)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO