spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAKetekunan dan Kemandirian, Kunci Sukses Desa Pernek Capai Ketahanan Pangan

Ketekunan dan Kemandirian, Kunci Sukses Desa Pernek Capai Ketahanan Pangan

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Implementasi menuju ketahanan pangan sudah dipraktikkan Desa Pernek di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Desa ini terus menguatkan sektor pertanian sebagai fondasi utama pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Warga menggarap lahan subur dengan berbagai komoditas utama seperti padi, jagung, serta kacang hijau. Aktivitas pertanian itu berjalan konsisten sepanjang tahun sehingga kebutuhan pangan setiap keluarga memperoleh jaminan ketersediaan.

Kepala Desa Pernek, Abdul Majid menilai ketekunan warga dalam mengelola lahan menciptakan kemandirian desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Majid menggambarkan kondisi ketahanan pangan Pernek yang tumbuh karena produktivitas pertanian masyarakat.

“Alhamdulillah, masalah kebutuhan masyarakat tercukupi dari stok hasil pertanian masyarakat. Setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan harian berkat hasil panen yang terus mengalir,” ungkapnya Minggu, 16 November 2025.

Pengaturan jadwal panen warga juga berlangsung stabil karena mayoritas petani memperoleh panen padi dua kali dalam setahun. Alur kerja itu membuat cadangan pangan tidak pernah kosong dan memberi rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, terus memperkuat langkah pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang beragam. Sektor-sektor seperti pertanian, kelautan, peternakan, dan perkebunan menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo menjelaskan, Sumbawa memiliki dua kelompok besar sumber daya alam, yaitu sumber daya tidak terbarukan seperti tambang dan mineral, serta sumber daya terbarukan seperti pertanian dan kelautan.
Pemerintah daerah, lanjut Dedi, terus berupaya mengarahkan transformasi ekonomi menuju sektor yang bersifat berkelanjutan.

“Sektor pertanian dan kelautan disebut sebagai pilar utama, karena keduanya mampu menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Dedi.

Selain itu, sektor perkebunan juga tumbuh pesat. Kopi Sumbawa menyumbang lebih dari 42 persen produksi kopi NTB, sedangkan komoditas bawang merah terus meningkat dengan kontribusi 13,83 persen.

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah daerah mendorong penguatan agribisnis dan agroindustri untuk menciptakan nilai tambah produk lokal.

“Hasil pertanian dan kelautan perlu diolah langsung di daerah. Gabah harus menjadi beras kemasan, jagung diarahkan menjadi bahan industri pakan, dan udang serta rumput laut harus diolah sebelum diekspor,” jelas Dedi.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah untuk membuka peluang investasi industri kecil, menengah, hingga besar. Upaya tersebut harapannya mampu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan agromaritim, yang fokusnya untuk membentuk ekosistem industri agromaritim dari hulu ke hilir. Prioritas dukungan untuk menguatkan swasembada pangan, serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya.

Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO