spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaBIMARumah Panggung di Parado Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Rumah Panggung di Parado Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Bima (suarantb.com) – Sebuah rumah panggung sembilan tiang di Desa Kuta, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Rumah milik Jaharuddin (59) itu hangus beserta seluruh isinya, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, A. Rifai, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari korsleting arus pendek di bagian dalam rumah. “Karena struktur bangunan terbuat dari kayu, kobaran api cepat membesar dan melahap seluruh bangunan,” sebutnya, Senin (17/11/2025).

Saat kobaran api mulai terlihat, istri korban, Sarmae (52), yang berada di dalam rumah langsung meminta pertolongan warga. Masyarakat sekitar bersama Babinsa Posramil 1608-07/Parado berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam dari Pos Damkarmat Parado tiba untuk membantu proses pemadaman.

“Meskipun upaya pemadaman dilakukan secara intens, kondisi rumah yang sudah terbakar hampir seluruhnya membuat api sulit dikendalikan. Setelah dilakukan penyemprotan dan penanganan bersama petugas, Babinsa, dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Kebakaran ini juga berdampak pada rumah milik Hafsah Yusuf (70). Warga sengaja membuka bagian atap rumah tersebut untuk mencegah api merembet ke permukiman lain. Meski bangunan utama masih utuh, beberapa bagian mengalami kerusakan ringan.

“Sejumlah barang berharga milik Jaharuddin tak dapat diselamatkan, di antaranya satu unit motor Satria FU, mesin semprot, alat pertukangan, perabotan rumah, bibit jagung, sensor kayu, perangkat speaker, hingga dua sertifikat kebun. Seluruh perlengkapan dan bangunan rumah habis terbakar, paparnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, keluarga korban tetap membutuhkan bantuan untuk memulihkan keadaan pascakebakaran. Rifai berharap pemerintah kecamatan dapat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima agar bantuan bagi korban dapat segera disalurkan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik. Menurutnya, sebagian besar kebakaran rumah di Kabupaten Bima dipicu oleh korsleting listrik yang tidak terdeteksi lebih awal. Karena itu, ia mendorong warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan mengajak Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama bagi pemilik rumah panggung yang lebih rentan terhadap kebakaran. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO