Sumbawa Besar (suarantb.com) – Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, memiliki tiga sektor unggulan. Tiga sector unggulan itu, perikanan, pertanian, dan pariwisata.
Kepala Desa Labuhan Sangoro, Firmansyah mengatakan, tiga sektor itu selama ini jadi unggulan desanya. Namun dari tiga komoditi ini, yang menjadi sektor unggulan Desa Labuhan Sangoro adalah perikanan.
“Yang menjadi potensi unggulan di Desa Labuhan Sangoro yaitu sektor Perikanan,” ujar Firmansyah Minggu, 9 November 2025.
Alasannya, Desa Labuhan Sangoro memiliki wilayah perairan dan potensi laut yang luar biasa. Sektor perikanan dianggap sebagai sektor unggulan karena memberikan kontribusi signifikan dan sumber pendapatan utama bagi warga Desa Labuhan Sangoro.
Sektor Perikanan tidak hanya menjadi tumpuan ekonomi tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial bagi berbagai kelompok masyarakat maupun individu.
“Selain kegiatan penangkapan ikan bagi nelayan, sektor perikanan juga menjadi potensi besar bagi sektor pariwisata yaitu dengan adanya Hiu Paus di perairan Desa Labuhan Sangoro yang saat ini menjadi tren di kalangan wisatawan,” ujarnya.
Ia mengatakan, sektor perikanan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan para nelayan, pedagang bakulan ikan dan pembudidaya di desa.
Dengan potensi perikanan yang luas dan berlimpah tingkat ekonomi masyarakat di Desa tergolong tercukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.
“Karena sumber mata pencaharian sektor perikanan berbagai ragam, selain penangkapan ikan dan budidaya, banyak masyarakat yang memanfaatkan sumber perikanan dengan menjadi Pelaku UMKM yang menghasilkan Produk -produk hasil laut yang ikut bersaing dengan pasar,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, terus memperkuat langkah pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang beragam. Sektor-sektor seperti pertanian, kelautan, peternakan, dan perkebunan menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo menjelaskan, Sumbawa memiliki dua kelompok besar sumber daya alam, yaitu sumber daya tidak terbarukan seperti tambang dan mineral, serta sumber daya terbarukan seperti pertanian dan kelautan.
Pemerintah daerah, lanjut Dedi, terus berupaya mengarahkan transformasi ekonomi menuju sektor yang bersifat berkelanjutan.
“Sektor pertanian dan kelautan disebut sebagai pilar utama, karena keduanya mampu menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Dedi.
Selain itu, sektor perkebunan juga tumbuh pesat. Kopi Sumbawa menyumbang lebih dari 42 persen produksi kopi NTB, sedangkan komoditas bawang merah terus meningkat dengan kontribusi 13,83 persen.
Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah daerah mendorong penguatan agribisnis dan agroindustri untuk menciptakan nilai tambah produk lokal.
“Hasil pertanian dan kelautan perlu diolah langsung di daerah. Gabah harus menjadi beras kemasan, jagung diarahkan menjadi bahan industri pakan, dan udang serta rumput laut harus diolah sebelum diekspor,” jelas Dedi.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah untuk membuka peluang investasi industri kecil, menengah, hingga besar. Upaya tersebut harapannya mampu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.
Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan agromaritim, yang fokusnya untuk membentuk ekosistem industri agromaritim dari hulu ke hilir. Prioritas dukungan untuk menguatkan swasembada pangan, serta hilirisasi dan industri pengolahan.
“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya.
Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Selain pertanian, sektor kelautan juga menjadi fokus. Termasuk pariwisata.
Menjadi program unggulan NTB Pariwisata Berkualitas yang arah pengembangannya terintegrasi dengan pariwisata Bali dan NTT. Sehingga, memperkuat sisi konektivitas logistik maupun mobilitas orang atau penumpang.
“Dengan demikian standar destinasi yang ada di NTB mesti mengikuti standar-standar yang berlaku secara internasional karena Bali menjadi hub pariwisata internasional,” ujarnya.
“Semua sektor ini saling terkait. Jika kita kuatkan bersama, maka dampaknya akan luas, bukan hanya bagi ekonomi daerah, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (r)



