spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURDPK Lotim Gelar Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

DPK Lotim Gelar Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Selong (Suara NTB) – Guna menumbuhkan minat dan meningkatkan kompetensi menulis di kalangan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal.

Kegiatan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum ini bertujuan melahirkan penulis-penulis baru yang dapat memperkaya khazanah tulisan bernuansa budaya Sasak.

Kegiatan Bimtek Kepenulisan di Aula DPK Lotim, Kamis (20/11/2025). (Suara NTB/rus)

Kabid Pengembangan Pengelolaan dan Konservasi Bahan Pustaka (P2KBP) DPK Lotim, Fahrudin kepada Suara NTB di sela Bimtek, Kamis (20/11/2025) menyampaikan bahwa bimtek ini memiliki beberapa tujuan strategis. “Pertama, bagaimana menarik minat menulis di kalangan masyarakat. Kedua, untuk meningkatkan kompetensi penulis pemula, terutama yang berasal dari Lotim,” ujarnya.

Fahrudin berharap melalui bimtek ini dapat lahir penulis-penulis baru yang akan menghasilkan koleksi buku bernuansa budaya Sasak. Ia mengakui bahwa saat ini koleksi buku dengan kearifan lokal masih sangat minim. “Kita ketahui, koleksi kearifan lokal sangat minim. Saat ini kami belum memiliki data berapa penulis lokal di Lotim,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahmi dan mengikat hubungan dengan para penulis. “Perpustakaan ada karena kontribusi penulis. Koleksi buku ada dari penulis. Sebagai ajang mengikat dengan para penulis,” jelas Fahrudin.

Ia juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan konten literasi berbasis kearifan lokal dan menciptakan ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di daerah.

Bimtek yang diikuti 60 peserta ini menghadirkan tiga pemateri berkompeten. Mereka adalah Dr. Habibudrin, seorang akademisi dari Universitas Hamzanwadi yang aktif menulis di bidang budaya; Abdul Fatah, Pustakawan dari Lembah Hijau Ijobalit yang merupakan praktisi penulis berpengalaman; serta Indriana Mitra Sari dari Komunitas Menulis Esensi yang berbagi pengalaman menulis budaya daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga seri pertemuan pada tanggal 20 November, 26 November, dan 8 Desember 2025. Pada hari pertama, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang budaya lokal. Pertemuan kedua difokuskan pada pelatihan praktis membuat karangan. Setelah diberikan penugasan membuat karya tulis, pertemuan terakhir digunakan untuk mengumpulkan dan membahas karya-karya tersebut.

Fahrudin menambahkan, akan ada penugasan pembuatan karya tulis. Tujuannya agar ada hasil karya dari seluruh peserta. Karya-karya terpilih dari peserta selanjutnya akan melalui proses editing dan penyuntingan, untuk kemudian dibukukan menjadi satu buku antologi.

“Setelah diedit dan penyuntingan, akan dibukukan menjadi satu buku berjudul Antologi. Kumpulan dari hasil karya. Dan insya Allah akan didaftarkan ISBN. 60 karya menjadi satu buku dengan tema tentang budaya Sasak,” terangnya.

Fahrudin berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan. “Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami upayakan ada dan melahirkan karya. Kalau anggaran memadai akan kami gelar lagi. Kegiatan ini luar biasa. Semakin banyak kegiatan, maka akan melahirkan penulis yang bermanfaat bagi daerah serta bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya.

Salah satu pemateri, Lalu Abdul Fatah menyampaikan Bimtek Kepenulisan yang digelar DPK Lotim sangat penting karena bisa mendorong lahirnya penulis baru. Diketahui, referensi di DPK Lotim terbatas tentang konten lokal. “Kalau bukan kita siapa lagi yang kita tunggu,” kata Fatah.

Dalam kegiatan bimtek, pemateri dengan peserta sudah berbagi ide. Salah satunya, pada pertemuan seterusnya akan d iberikan materi pelatihan yang lebih mendalam. Pertemuan ke tiga bisa direncanakan akan mengirim draf esai terbaik dari seluruh peserta yang kemudian hasil dari karya tulus tersebut akan diterbitkan menjadi buku.

Kegiatan Bimtek kepenulisan selama ini banyak yang sekadar selesai di pelatihan tanpa ada tindaklanjut. Penerbitan karya tulis peserta dalam sebuah buku ini merupakan apresiasi. Tidak saja itu, buku yang diterbitkan itu juga perlu kedepan bisa dibedah bersama.

Kegiatan pelatihan menulis ini harapannya ke depan tidak saja hanya menanti dana pemmerintah. Guna menggelar kegiatan serupa, bisa dicari sumber dana lain. Sarannya, kegiatan bimtek seperti itu bisa dirutinkan. “Kalau kami di level komunitas duta baca Lotim, kami urunan terbitkan buku hasil belajar di kelas,” demikian tutur Fatah menyampaikan pengalamannya menjadi pengajar di komunitas Duta Baca yang didirikannya. (rus/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO