spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIJembatan Penghubung Desa di Lotim Putus, Kerugian Ditaksir Capai Rp15 Miliar

Jembatan Penghubung Desa di Lotim Putus, Kerugian Ditaksir Capai Rp15 Miliar

Mataram (suarantb.com) – Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Lombok Timur pada pekan ini menyebabkan salah satu jembatan penghubung desa di Lombok Timur putus, kejadian ini menyebabkan 150 Kepala Keluarga (KK) terisolasi. Sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi mengatakan berdasarkan hitungan kasar BPBD NTB, kerugian per keluarga diperkirakan mencapai Rp3 juta. Dari perhitungan itu muncul angka kerugian Rp15 miliar.

“Kalau kali kan 3 juta aja per KK, kan udah hampir 15 miliaran lah. Ya artinya kan makanannya mungkin yang rusak gitu ya, temboknya ngelupas, atau mungkin ada punya mobil, punya dapur, terendam,” ujarnya, Kamis, 20 November 2025.

Kedalaman jembatan yang putus tersebut dikatakan mencapai 15 meter, dengan panjang mencapai 20 meter. Jembatan itu merupakan satu-satunya penghubung Desa Jeringo dan Desa Perigi.

Kerusakan ini, tambah Ahmadi juga berdampak pada beberapa program yang turut tersendat, seperti program pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak bisa disalurkan ke sejumlah sekolah karena putusnya jembatan.

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur selaku pihak yang memiliki kewenangan untuk segera melakukan perbaikan darurat.

Selain di Lombok Timur, sejak awal bulan November 2025, bencana alam banjir menerjang sejumlah daerah di NTB. Seperti Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Mataram. Deretan bencana banjir di sejumlah daerah ini menyebabkan NTB menetapkan status siaga bencana.

Waspada Curah Hujan Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Imbau masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk waspada curah hujan tinggi pada awal Desember 2025 hingga Februari 2026. Hal itu disampaikan oleh Prakirawan Ahli Muda BMKG Zainudin Abdul Madjid, Dhian Yulie Cahyono.

Dia mengatakan, puncak musim hujam akan terjadi pada tiga bulan tersebut. Hujan akan terjadi merata di seluruh kawasan NTB, di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Puncaknya perlu diwaspadai, puncak hujan akan terjadi di bulan Desember, Januari, Februari,” ujarnya.

Dalam beberapa hari ini, akan terjadi curah hujan sedang terutama di daerah Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, hingga Sumbawa bagian utara. “Pantauan tertinggi di bagian situ untuk hari ini,” lanjutnya.

Keesokan harinya, curah hujan akan bergeser hanya di Pulau Lombok, dari Lombok Timur hingga Lombok Utara. Kemudian pada hari Sabtu, curah hujan cenderung menurun. Pada 10 hari terakhir bulan November, curah hujan akan mulai menyeluruh. Kemudian puncaknya pada Desember, Januari, dan Februari.

Meski mulai menyeluruh, intensitas hujan di NTB akan bergantian antara di Pulau Lombok dan Sumbawa. Alasan curah hujan di NTB tidak merata, lanjut Dhian disebabkan oleh kondisi tofografi provinsi ini yang beragam.

“Disebabkan juga oleh gerak semu matahari, tapi yang menarik itu kondisi tofografi di NTB yang bervariasi,” terangnya. (era)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO