KABUPATEN Lombok Timur (Lotim) terus menghadapi tantangan besar dalam pelayanan administrasi kependudukan. Dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lotim memiliki beban kerja yang jauh lebih besar dibandingkan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kondisi ini menjadi pembeda utama sekaligus tantangan tersendiri dalam upaya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lotim, Parihin, menegaskan besarnya jumlah penduduk harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Mantan pejabat KLU itu menyadari betapa kompleksnya pelayanan administrasi di Lotim karena jumlah masyarakat yang harus dilayani sangat besar.
“Apa yang sudah kita lakukan selama ini harus tetap eksis seperti biasa. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berputar-putar, tidak boleh membuat mereka bingung,” tegas Parihin.
Ia menjelaskan bahwa Dukcapil Lotim telah memiliki UPTD di setiap kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan bisa menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi langsung di kecamatan tanpa harus datang ke kantor kabupaten.
“Jika pelayanan di kecamatan sudah selesai, maka tidak perlu lagi ke kabupaten. Hanya jika ada hal yang belum bisa ditangani di kecamatan barulah masyarakat diarahkan ke kantor kabupaten. Kami ingin masyarakat tidak bolak-balik dan tidak kebingungan,” ujarnya.
Parihin juga mengungkapkan masih adanya persoalan data kependudukan, terutama terkait data anomali. Salah satu penyebabnya adalah masih banyak kasus kematian yang tidak pernah dilaporkan, sehingga data jumlah penduduk menjadi membengkak.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihak Dukcapil akan mengumpulkan seluruh UPTD guna melakukan pendataan lebih valid.
“Kami perlu data yang lebih akurat. Termasuk soal server yang terhubung dengan seluruh desa, yang memang masih belum beres. Ini harus segera diselesaikan dengan bekerja sama dengan semua pihak terkait,” ucapnya.
Parihin menambahkan, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, keluhan masyarakat sebisa mungkin harus ditekan. “Harapan kami, tidak ada lagi keluhan dari masyarakat. Lotim ini besar, jadi pelayanan harus benar-benar jelas dan tidak membingungkan,” tegasnya. (rus)


